Guruku

Agustus 28, 2011

STUDENT – CENTERED LEARNING:

Filed under: Uncategorized —— ahmadazhar @ 12:01 pm

STUDENT – CENTERED LEARNING:
The Urgency and Possibilities*
Prof. Dr. Aris Pongtuluran, dr., MPH.
Rektor Universitas Kristen Petra
E-mail: [email protected]
Arlinah Imam Rahardjo, MLIS
Staf Ahli Rektor
E-mail: [email protected]
I. Latar Belakang
Dalam laporan kepada Unesco dari Komisi Internasional tentang Pendidikan Untuk
Abad XXII (1996), disebutkan bahwa dalam pengembangan pendidikan seumur hidup
harus berlandaskan pada 4 pilar: Belajar Mengetahui (Learning to Know), Belajar
Berbuat (Learning to Do), Belajar Hidup Bersama (Learning to Live Together) dan
Belajar Menjadi Seseorang (Learning to Be). (Belajar: Harta Karun di dalamnya, 1996)
• Belajar Mengetahui, memadukan antara kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
umum yang cukup luas dengan kesempatan untuk bekerja pada sejumlah subyek
yang lebih kecil secara lebih mendalam. Dalam tahap ini, kesempatan untuk
mengembangkan sikap dan cara belajar untuk belajar (Learning to learn) lebih
penting daripada sekedar memperoleh informasi. Peserta didik bukan hanya disiapkan
untuk dapat menjawab permasalahan dalam jangka dekat, tetapi untuk mendorong
mereka untuk memahami, mengembangkan rasa ingin tahu intelektual, merangsang
pikiran kritis serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri, agar dapat
menjadi bekal sepanjang hidup. Belajar jenis ini dapat dilakukan melalui kesempatankesempatan
berdiskusi, melakukan percobaan-percobaan di laboratorium, menghadiri
pertemuan ilmiah serta kegiatan ekstrakurikuler atau berorganisasi.
• Belajar Berbuat, memberi kesempatan kepada peserta didik untuk tidak hanya
memperoleh ketrampilan kerja, tetapi juga memperoleh kompentensi untuk
menghadapi pelbagai situasi serta kemampuan bekerja dalam tim, berkomunikasi,
serta menangani dan menyelesaikan masalah dan perselisihan. Termasuk didalam
pengertian ini adalah kesempatan untuk memperoleh pengalaman dalam bersosialisasi
maupun bekerja di luar kurikulum seperti magang kerja, aktivitas pengabdian
masyarakat, berorganisasi serta mengikuti pertemuan-pertemuan ilmiah dalam konteks
lokal maupun nasional, ataupun dikaitkan dengan program belajar seperti praktek kerja
lapangan, kuliah kerja nyata atau melakukan penelitian bersama.
• Belajar Hidup Bersama, mengembangkan pengertian atas diri orang lain dengan cara
mengenali diri sendiri serta menghargai ke-saling-tergantung-an, melaksanakan
* Ditulis bersama Arlinah Imam Rahardjo, MLIS
Hal. 2 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
proyek bersama dan belajar mengatasi konflik dengan semangat menghargai nilai
pluralitas, saling-mengerti dan perdamaian. Kesempatan untuk menjalin hubungan
antara pendidik dan peserta didik, dorongan dan penyediaan waktu yang cukup untuk
memberi kesempatan bekerjasama dan berpartisipasi dalam kegiatan budaya, olahraga,
serta keterlibatan dalam organisasi sosial maupun profesi diluar sekolah.
• Belajar menjadi seseorang, mengembangkan kepribadian dan kemampuan untuk
bertindak secara mandiri, kritis, penuh pertimbangan serta bertanggung jawab. Dalam
hal ini pendidikan tak bisa mengabaikan satu aspek pun dari potensi seseorang seperti
ingatan, akal sehat, estetika, kemampuan fisik serta ketrampilan berkomunikasi.
Telah banyak diakui bahwa sistem pendidikan formal saat ini cenderung untuk
memberi tekanan pada penguasaan ilmu pengetahuan saja yang akhirnya merusak bentuk
belajar yang lain. Kini telah tiba saatnya untuk memikirkan bentuk pendidikan secara
menyeluruh, yang dapat menggiring terjadinya perubahan–perubahan kebijakan
pendidikan di masa akan datang, dalam kaitan dengan isi maupun metode.
II. Pendidikan di Sekolah-Sekolah Kita Saat Ini
Kalau kita perhatikan tujuan pendidikan nasional serta tujuan dari masing-masing
jenjang pendidikan seperti yang termaktub di dalam sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan-peraturan Pemerintah RI, maka akan kita baca sebagai berikut (Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan, 1992):
• Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan
mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki
pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap
dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
• Pendidikan Prasekolah bertujuan untuk membantu meletakkan dasar ke arah
perkembangan sikap pengetahuan, ketrampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh
anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan untuk pertumbuhan
dan perkembangan selanjutnya.
• Pendidikan Dasar bertujuan untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada
peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi, anggota
masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta
didik untuk mengikuti pendidikan menengah.
• Pendidikan Menengah bertujuan
a. meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian;
Hal. 3 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
b. meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai anggota masyarakat dalam
mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan alam
sekitarnya.
• Pendidikan Tinggi bertujuan
a. menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan
akademik dan/atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau
menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kesenian.
b. mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau
kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan
masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.
Agar tujuan-tujuan di atas dapat tertuang dalam undang-undang maupun peraturan
secara tepat, pendidikan harus diwujudkan sebagai pengajaran, pembimbingan dan
pelatihan ( teaching, guiding and training); mengajar untuk memberikan pengetahuan,
membimbing untuk menanamkan sikap dan melatih untuk meningkatkan ketrampilan.
Semua ini harus dilakukan secara berkesinambungan di rumah, sekolah dan masyarakat
seumur hidup.
Masih harus diakui bahwa guru memainkan peranan utama dalam proses
menghasilkan pendidikan yang berkualitas, namun guru bukan satu-satunya sumber ilmu
pengetahuan. Hal lain yang perlu dipikirkan dalam memajukan proses belajar mengajar
adalah kurikulum, program-program pendidikan, sumber daya, fasilitas pendidikan,
keuangan, manajemen dan kepemimpinan pendidikan..
Karena pelbagai alasan, pendidikan di sekolah-sekolah kita saat ini masih
merupakan pendidikan yang berfokus pada pengajar (Instructor-Centered Learning).
Konsentrasi utama dalam proses belajar mengajar terkonsentrasi pada aspek mengajar
saja. Bimbingan serta pelatihan sendiri hampir tidak ada. Bukan guru yang harus
disalahkan, tapi seluruh sistem pendidikan. Kurikulum nasional yang ada terlalu kaku dan
tersentralisir. Terlalu banyak subyek diajarkan di sekolah dalam 37 – 42 jam per minggu,
bahkan inovasi kecil saja tidak mungkin dilakukan. Para guru dihantui oleh kurikulum
nasional dan silabus untuk dilaksanakan tepat waktu. Kurikulum, walaupun ada
kemungkinan untuk mengadaptasikannya dalam konteks lokal, waktu yang teralokasi tak
cukup bahkan untuk melaksanakan kurikulum nasional itu sendiri. Jalan keluar yang
akhirnya dipikirkan guru adalah “bookish”, yang artinya bahwa apapun yang dikatakan
dalam buku wajib nasional harus dianggap benar., tanpa adaptasi dengan situasi dan
kondisi lokal secara kontekstual, tanpa interprestasi lanjutan dari guru, tak ada pula
improvisasi dari guru apalagi peserta didik.
Contoh sederhana berikut ini menggambarkan betapa salah seorang guru SD
menjadi “yes man” terhadap buku (petunjuk dari pusat).
• Pertanyaan berganda (mutiple choice): “Kalau rumah ditinggal keluar, mana jawaban
yang benar? a: dikunci; b: dijaga satpam; c: dijaga anjing; atau dititipkan tetangga?”
Menurut buku harus dijawab: dikunci. Anak yang menjawab dijaga satpam pasti
disalahkan, apalagi yang lain-lain.
Hal. 4 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
• Pertanyaan berikut adalah pengalaman kawan saya. Anaknya ditanya: Dimana letak
Bunaken? Dijawab: di Sulawesi Utara. Gurunya mengatakan: di Sulawesi Selatan.
Sang Anak mempertahankan karena pernah berkunjung ke Bunaken, namun gurunya
tetap mengatakan salah, karena kebetulan bukunya mengatakan di Sulawesi Selatan.
Hal. 5 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
Contoh-contoh di atas menunjukkan bahwa proses belajar mengajar di sekolahsekolah
saat ini lebih ditekankan untuk menghafal jawaban yang benar, bukan memberikan
jawaban-jawaban yang memungkinkan, yang lebih sesuai dengan kenyataaan sehari-hari
dalam menghadapi permasalahan. Peserta didik diharuskan mempelajari serta memberi
jawaban sesuai dengan buku atau kurikulum standar, bukan apa yang ingin dipelajari atau
ingin dikerjakan oleh peserta didik. Pilihan untuk belajar tidak terletak pada minat atau
kemampuan peserta didik. Dengan demikian peserta didik akan kehilangan motivasi untuk
belajar. Penilaian yang diberikan hanya memancing perasaan takut akan kegagalan atau
tidak naik kelas yang hanya merupakan motivasi ekstrinsik
III. Mengapa Student-Centered Learning Perlu?
Sebelum usia sekolah, anak jarang menerima pendidikan secara formal. Orang tua
menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh anak-anak secara alami yang membawa anak
dari satu pertanyaan ke pertanyaan lain yang berkaitan dengan apa yang ingin diketahui
olehnya. Kadang anak menolak bantuan dalam mengerjakan sesuatu hingga benar-benar
tak mampu mengerjakannya sendiri. Mereka lebih suka mencoba mengerjakan sendiri.
Orang tua yang bijak akan membiarkan tetapi selalu siap sedia jika anak bertanya atau
membutuhkan pertolongan. Dengan demikian anak memegang kontrol atas cara belajarnya
sendiri. Mereka tidak belajar karena disuruh. Bimbingan secara individu, ketika
dibutuhkan, adalah dasar dari pendidikan yang diterima anak sebelum masuk sekolah,
sehingga mereka merasa sedang bermain, tidak merasa terpaksa untuk belajar. Dari proses
itu, motivasi intrinsik anak untuk belajar akan tergali dan berkembang secara alami.
Begitu anak siap untuk memasuki sekolah secara formal, antusiasme dan
kesenangan dalam belajar menjadi hilang. Anak cepat menjadi bosan, lebih tertarik pada
hal-hal lain seperti menonton televisi, bermain dan sebagainya. Motivasi untuk belajar
menjadi hilang disebabkan oleh kenyataan bahwa anak diharuskan belajar menurut apa
yang harus dipelajari, bukan apa yang diinginkan anak, padahal motivasi dari dalam diri
sendiri adalah sangat dibutuhkan bagi seorang anak untuk terus dan suka belajar.
Sistem pendidikan kita saat ini dibangun dengan mengacu pada tujuan dari para
pendidik bukan peserta didik. Tujuan, materi serta metode pendidikan ditetapkan
berdasarkan pada apa yang diinginkan dan dianggap perlu diketahui dan dipelajari oleh
peserta didik secara seragam, tanpa memperdulikan keaneka-ragaman kebutuhan, minat,
kemampuan serta gaya belajar tiap peserta didik. Tiap anak berbeda dan karena apa yang
dipelajari oleh peserta didik tidak semuanya merupakan kebutuhan yang ingin dipelajari
oleh peserta didik, materi menjadi sulit dicerna oleh sebagian besar peserta didik. Sebagian
peserta didik memang belajar ataupun mengerti materi yang diajarkan, tetapi sering
sifatnya hanya jangka pendek, untuk keperluan menjawab ulangan atau memperoleh nilai
bagus untuk naik kelas. Ilmu pengetahuan yang dipelajari sering tak dapat diingat ketika
harus memecahkan persoalan nyata. Motivasi untuk belajar hanya bersifat terpaksa, karena
datangnya dari luar dirinya, bukan dari dalam dirinya sendiri.
Hal. 6 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
Sementara itu, era globalisasi serta perkembangan teknologi informasi telah
menimbulkan perubahan-perubahan yang sangat cepat di segala bidang. Batasan wilayah,
bahasa dan budaya yang semakin tipis, serta akses informasi yang semakin mudah
menyebabkan ilmu pengetahuan dan keahlian yang diperoleh seseorang menjadi cepat
usang. Persaingan yang semakin tajam akibat globalisasi serta kondisi perekonomian yang
mengalami banyak kesulitan, terutama di Indonesia, membutuhkan sumber daya manusia
yang kreatif, memiliki jiwa enterpreneur serta kepemimpinan. Pendidikan yang
menekankan hanya pada proses transfer ilmu pengetahuan tidak lagi relevan, karena hanya
akan menghasilkan sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan masa lampau,
tanpa dapat mengadaptasinya dengan kebutuhan masa kini dan masa depan.
Student-Centered Learning, yang menekankan pada minat, kebutuhan dan
kemampuan individu, menjanjikan model belajar yang menggali motivasi intrinsik untuk
membangun masyarakat yang suka dan selalu belajar. Model belajar ini sekaligus
dapat mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang dibutuhkan masyarakat seperti
kreativitas, kepemimpinan, rasa percaya diri, kemandirian, kedisiplinan, kekritisan
dalam berpikir, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim, keahlian teknis,
serta wawasan global untuk dapat selalu beradaptasi terhadap perubahan dan
perkembangan.
Demikian pula halnya dengan sistem politik yang mengharuskan adanya kepatuhan
pada pemerintah secara sentral dalam banyak bidang termasuk pendidikan serta budaya
paternalistik yang mengharuskan anak menurut pada orang tua, atasan atau guru yang
dibangun dalam jangka waktu berabad-abad lamanya, telah ikut ambil bagian dalam
menghilangkan proses demokrasi di negara kita. Hal ini pula mengakibatkan terbentuknya
masyarakat “yes man”, yang sering secara tak sadar menjadi tidak kreatif, tidak mandiri,
tidak berani menyatakan pendapat, mudah dikendalikan orang lain serta tidak mampu
bersaing.
Melalui sistem Student-Centered Learning yang menghargai keunikan tiap
individu dari tiap peserta didik, baik dalam minat, bakat, pendapat serta cara dalam gaya
belajarnya, tiap peserta didik disiapkan untuk dapat menghargai diri sendiri, orang lain
serta perbedaan, menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis dan berwawasan global.
IV. Apa Yang Dimaksud Dengan Student-Centered Learning?
Student-Centered Learning adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan
peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Model pembelajaran ini berbeda dari model
belajar Instructor-Centered Learning yang menekankan pada transfer pengetahuan dari
guru ke murid yang relatif bersikap pasif.
Dalam menerapkan konsep Student-Centered Leaning, peserta didik diharapkan
sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan
berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi
untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan
pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. Dalam
batas-batas tertentu peserta didik dapat memilih sendiri apa yang akan dipelajarinya.
Hal. 7 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
Dengan anggapan bahwa tiap peserta didik adalah individu yang unik, proses,
materi dan metode belajar disesuaikan secara fleksibel dengan minat, bakat, kecepatan,
gaya serta strategi belajar dari tiap peserta didik. Tersedianya pilihan-pilihan bebas ini
bertujuan untuk menggali motivasi intrinsik dari dalam dirinya sendiri untuk belajar sesuai
dengan kebutuhannya secara individu, bukan kebutuhan yang diseragamkan.
Sebagai ganti proses transfer ilmu pengetahuan, peserta didik lebih diarahkan untuk
belajar ketrampilan Learn how to learn seperti problem solving, berpikir kritis dan
reflektif serta ketrampilan untuk bekerja dalam tim.
Evaluasi bukan merupakan evaluasi standar yang berlaku untuk seluruh peserta didik,
tetapi lebih bersifat individu sepanjang proses pendidikannya. Pembuatan portfolio bagi
peserta didik merupakan salah satu bentuk evaluasi peserta didik sepanjang proses belajar.
Peran serta guru, murid serta orang tua peserta didik sangatlah dibutuhkan dalam
merencanakan proses belajar serta proses dan bentuk evaluasi
V. Mungkinkah Pendidikan Kita Mengacu Pada Student-
Centered Learning?
Melihat kembali pada proses perkembangan seorang anak, secara alami sebenarnya
tiap anak memiliki potensi serta keinginan untuk belajar. Secara alami pula anak akan
makin suka belajar jika diberi kesempatan belajar seluas-luasnya seiring dengan
kebutuhannya, bukannya dipaksakan oleh orang lain. Agar anak dapat terus
mengembangkan motivasi untuk terus dan suka belajar, dunia pendidikan hanya perlu
mempelajari dan mengadaptasi proses belajar alami yang dialami oleh setiap anak untuk
dapat dikembangkan pula di sekolah.
Kalau diperhatikan pula, maka proses belajar alami ini lebih mengacu pada
kebutuhan, minat, kemampuan serta gaya belajar dari anak itu sendiri sesuai dengan
tingkat perkembangannya. Dengan demikian, mengacu pada konsep Student-Centered
Learning adalah suatu langkah back to basic, yang mengembalikan cara belajar ke proses
belajar alami dari setiap anak.
Untuk kembali ke konsep dasar pendidikan yang mengacu pada peserta didik ini,
tentunya cara berpikir dari para pendidik yang perlu direformasi, disamping beberapa
faktor pendukung yang sangat diperlukan, tentunya harus disesuaikan dengan makin
meningkatnya kebutuhan sesuai dengan perkembangan usia, minat ataupun kemampuan
tiap peserta didik.
Beberapa hal utama yang perlu disiapkan adalah:
• Perubahan Sikap dan Peranan Pendidik
Dalam konsep belajar Instructor-Centered Learning, pendidik memainkan peranan
utama dalam mentransfer ilmu pengetahuan ke peserta didik. Pendidik harus
Hal. 8 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
mempersiapkan materi selengkap mungkin, menerangkan secara searah. Peserta didik akan
menerima secara pasif materi yang diberikan dengan mencatat serta menghafal. Dengan
demikian sumber belajar utama adalah pendidik. Dengan menerapkan konsep Student-
Centered Learning, sebagian beban dalam mempersiapkan serta mengkomunikasikan
materi berpindah ke peserta didik yang harus pula berperan secara aktif. Pendidik bukan
lagi tokoh sentral yang tahu segalanya. Tidak berarti bahwa tugas pendidik menjadi lebih
ringan atau tidak lagi penting. Pendidik tetap memainkan peran utama dalam proses
belajar, tetapi bukan sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Melalui pelbagai
metode, seperti diskusi, pembahasan masalah-masalah nyata, proyek bersama, belajar
secara kooperatif (Cooperative Learning), serta tugas-tugas mandiri, pendidik akan lebih
dituntut sebagai motivator, dinamisator dan fasilitator, yang membimbing, mendorong,
serta mengarahkan peserta didik untuk menggali persoalan, mencari sumber jawaban,
menyatakan pendapat serta membangun pengetahuan sendiri. Dalam perubahan peranan
ini, dibutuhkan kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi serta keterbukaan dari
pendidik untuk dapat menjalin hubungan secara individu, untuk dapat mengerti serta
mengikuti perkembangan dari masing-masing peserta didik, disamping tentunya wawasan
yang luas dalam mengarahkan peserta didik ke sumber-sumber belajar yang dapat digali.
Hati dan ilmu menjadi tuntutan bagi pendidik dalam menerapkan konsep Student-Centered
Learning.
• Perubahan Metode Belajar
Jika seorang berpikir bahwa ia sedang bersenang-senang ketika ia sedang belajar,
maka ia akan lupa bahwa ia sedang belajar dan dengan sendirinya akan menikmati dan
mendapatkan banyak manfaat (Burns, 1997). Ungkapan ini merupakan ungkapan yang
sering terlupakan oleh pendidik. Penerapan kedisiplinan dengan cara yang salah,
kurikulum standar dan sebagainya yang membuat anak tidak memiliki pilihan sendiri
tentunya tidak akan membuat peserta didik merasa sedang bersenang-senang, karena tidak
sesuai dengan apa yang disukainya.
Beberapa metode belajar yang mengacu pada belajar secara alamiah dan mengacu
pada keunikan individu yang perlu dikembangkan adalah collaborative learning, problembased
learning, portfolio, team project, resource-based learning. Metode-metode ini
menekankan pada hal-hal seperti kerjasama tim, diskusi, jawaban-jawaban terbuka (openended
answer), interaktivitas, mengerjakan proyek nyata bukan hanya menghafal, serta
belajar cara untuk belajar, bukan hanya memperoleh ilmu pengetahuan dan sebagainya.
• Akses ke Pelbagai Sumber Belajar
Untuk menunjang metode belajar yang memberi kesempatan bagi peserta didik
untuk mengenali permasalahan, serta menggali informasi sebanyak mungkin secara
mandiri, akses informasi tidak boleh lagi dibatasi hanya pada guru, buku wajib serta
perpustakaan lokal saja. Peserta didik perlu ditunjang dengan akses tanpa batas ke pelbagai
sumber informasi, antara lain industri, organisasi sosial maupun profesi, media massa, para
ahli dalam bidang masing-masing, bahkan dari masyarakat, keluarga maupun sesama
peserta didik. Perkembangan teknologi informasi bahkan memungkinkan tersedianya akses
ke pelbagai informasi global ke seluruh dunia, melalui akses ke perpustakaan maya
(virtual library), museum maya (virtual museum), pangkalan-pangkalan data di web, atau
bahkan kemungkinan untuk dapat berhubungan langsung dengan para ahli internasional.
Hal. 9 dari 10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
• Penyediaan Infrastruktur Yang Menunjang
Untuk mendukung perubahan serta kebutuhan yang diperlukan dalam menerapkan
konsep Student-Centered Learning secara maksimal, perlu adanya infrastruktur yang
menunjang.
Jaringan kerjasama antar institusi baik pendidikan maupun non pendidikan secara
nasional, regional maupun internasional akan sangat mendukung terbukanya kesempatan
untuk belajar diluar batasan dinding sekolah atau budaya sehingga lebih memperkaya
pengertian akan perbedaan sekaligus menambah wawasan ilmu pengetahuan menjadi lebih
tak terbatas.
Fasilitas pendamping pendidikan seperti perpustakaan, museum sekolah,
laboratorium, pusat komputer maupun layanan administrasi yang memudahkan, responsif,
simpatik, serta mengacu pada kepuasan dan kebutuhan peserta didik, akan sangat
mendukung terciptanya budaya Student-Centered Learning.
Pemanfaatan teknologi informasi, seperti komputer, telekomunikasi dan jaringan
baik dalam kampus maupun luar kampus seperti Internet, merupakan pendukung yang
sangat penting dalam menunjang terciptanya fleksibilitas dalam memilih tempat dan waktu
belajar, menghubungkan peserta didik dengan akses ke sumber belajar yang luas,
kolaborasi serta komunikasi antar pendidik dan peserta didik, orang tua, sesama peserta
didik maupun para ahli. Teknologi informasi yang memiliki keunggulan dalam hal
komunikasi dan interaktivitas tanpa batasan waktu dan tempat, serta kemampuan
multimedia yang sekaligus menampilkan teks, gambar, suara dan gerak, merupakan media
yang menarik baik bagi seorang anak maupun dewasa.
VI. Kemana Kita Melangkah?
Kebutuhan akan konsep Student-Centered Learning telah didepan mata, tetapi
untuk menerapkannya tidaklah mudah. Teori boleh berkembang tetapi prakteknya akan
dapat menjadi lain. Banyak usaha, penyangkalan, penolakan, kekagetan akan dijumpai baik
dari pihak peserta didik, pendidik serta pihak-pihak lain terkait sebelum konsep ini
diterima dan dirasakan hasilnya. Untuk itu, diperlukan komitmen dari banyak pihak untuk
melakukan perubahan dalam banyak hal yang menyangkut kebijakan, kurikulum,
pengembangan sumber daya manusia, penyediaan infrasturktur serta pendanaan sehingga
dapat ditemukan bentuk yang paling tepat dalam mengembangkan konsep Student-
Centered Learning untuk masing-masing institusi. Saling belajar dan menimba
pengalaman antar institusi pendidikan merupakan juga salah satu usaha jaringan kerjasama
untuk dapat memantapkan langkah.
Hal. 10 dari
10
Student-Centered Learning: The Urgency and Possibilities Petra Christian University
REFERENSI
Burns, Anthony. Multimedia as a Quality Solution. Quality Progress, February 1997.
p.51-54
Colorado. Division of Student Affairs. Culture of a Student-Centered Learning
Environment. http://www.colorado.edu/sacs/stu-affairs/centered/concept.html
Delors, Jacques. Belajar: Harta Karun Di Dalamnya: Laporan kepada Unesco dari
Komisi Internasional Tentang Pendidikan Untuk Abad XXI. Paris: Unesco, 1996
Eight Things That Can Be Done. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/NODE-284-pg.html
Felder, Richard M. and Brent, Rebecca. Navigating the Bumpy Road to Student-Centered
Instruction. http://www2.ncsu.edu/unity/lockers/users/f/felder/public/Papers/Resist.html
Formal Education vs. Childhood Learning. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/ NODE-
47-pg.html
The Goals of the Current Educational System. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/
NODE-28-pg.html
Rahardjo, Arlinah, Meilania and Aditya Nugraha. Internet as an Alternative Media For
Creating a Learning Society. Surabaya: UK Petra, 1998
Student-Centered Learning: Selected Web Resources. http://elisp.nv.cc.va.us/scl.htm
Top Ten Mistakes in Education. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/NODE-283-pg.html
What is Student Centered Learning? http://athena.wednet.edu/curric/weather/adptcty/
stcntr.html
Why Schools Fail to Teach Our Children. http://www.ils.nwu.edu/~e_for_e/nodes/NODE-40-
pg.html

Juli 20, 2010

Daftar Isi Cantiknya Ilmu

Filed under: Uncategorized —— ahmadazhar @ 12:17 am

Nopember 15, 2009

Alam Semesta

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:51 am

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Alam semesta merupakan suatu ruang atau tempat bagi manusia, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan benda-benda. Langit sebagai atapnya dan bumi sebagainya lantainya. Jadi, alam semesta atau jagat raya adalah satu ruang yang maha besar, terdapat kehidupan yang biotik dan abiotik.

Manusia sebagai makhluk yang terdiri atas berbagai macam pola dan bentuk tetapi diantara makhluk tersebut. Tuhan menciptakan bermacam-macam makhluk tetapi yang paling istimewa dan sempurna yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah akal, agar manusia dapat membedakan baik atau buruknya sesuatu.
Read the rest of this entry »

Ilmu Alamiah Dasar

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:49 am

BAB I

PENDAHULUAN

Ilmu Alamiah Dasar (IAD) merupakan salah matu mata kuliah yang termasuk mata kuliah umum (MKU) yakni mata kuliah dengan bobot 2 sks ini wajib diikuti oleh setiap mahasiswa pada semua program studi terutama untuk program studi non exacta dengan maksud mahasiswa dikenalkan pada konsep-konsep dasar alamiah dalam menunjang dan melandasi pengetahuan mahasiswa dalam memahami, mengkaji dan menerapkan pengetahuan lainnya, khususnya pemecahan-pemecahan masalah, teori maupun konsep ilmu yang berkaitan dengan alam.

Materi ilmu alamiah dasar ini tentu saja hanya bersifat dasar, umum dan pengantar yang berkenaan dengan fenomena alam dan daya fikir manusia hingga mampu memperoleh budaya modern yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya.

A. KEUNIKAN MANUSIA

Sebagimana mahluk hidup lainnya manusia memiliki kemiripan baik secara morfologis maupun anatomis termasuk mekanisme organis yang secara signifikan memiliki kesamaan proses biologis, seperti kebutuhan makan/minim (nutrisi), kebutuhan bernapas (respirasi), berkembang biak (reprodukksi), menerima rangsang (iritabilitasi), bergerak dan lain-lain yang merupakan ciri-ciri mahluk hidup (biotis). Tetapi dibanding mahluk lain, manusia memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh mahluk lainnya yakni rasa ingin tahuannya (kutriositas) mengalami perkembangan yang signifikan yaitu apa yang disebut dengan
daya fikir
(budi daya).

Secara fisik manusia memiliki banyak kelemahan disbanding mahluk lain, seperti gajah dapat mengangkat benda yang berat yang tidak dapat diangkat oleh manusia, kuda, harimau dapat berlari kencang, bahkan dengan nyamuk yang kecil sekalipun manusia masih lebih lemah karena hanya dengan gigitannya ( nyamuk anofeles/malaria) manusia bisa sakit bahkan dapat mengakibatkan kematian. Tetapi karena manusia dilengkapi radar berfikir maka manusia dengan kekuatan fikirnya mampu mengembangklan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan ilmu dan teknologi itulah manusia dapat menaklukan berbagai kekuatan yang dimilki oleh mahluk lain (hewan), teknologi dapat mengangkat beban yang lebih berat, gerak lari mobil, pesawat lebih kencang disbanding kuda dan harimau. Dengan demikian keunikan dan keunggulan manusia dibanding dengan mahluk lainnya adalah terletak pada daya fikirnya.

B. KURIOSITAS (RASA INGIN TAHU)

Berbeda dengan mahluk lainnya manusia selalu serba ingin tahu terhadap berbagai fenomena alam yang dialaminya, manusia selalu bertanya ada apa ? (jika terjadi gempa bumi, gunung meletus, banjir bandang atau gejala alam lainnya khususnya membuat mereka cemas) hal ini merupakan daya rangsang yang diteruskan pada daya fikir sehingga munculah pertanyaan ada apa?, setelah tahu bahkan manusia terus bertanya lebih jauh lagi, Bagaimana ? dan seterusnya akan bertanya mengapa ? pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan pisau-pisau untuk menoreh pengetahuan walaupun secara sederhana dan bersifat indrawi. Sementara mahluk lain dalam memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya hanya mengandalkan naluriah (instink) belaka sementara Asimov menyebutnya idle curiosity yang sifatnya tetap tidak berkembang sepanjang jaman contohnya sarang burung manyar mungkin yang tercanggih dibanding burung lainnya, tetapi sejak dulu sampai saat ini sarang burung manyar konstruksi dan motivnya tetap begitu saja, berbeda dengan manusia dulu pada zaman primitif manusia hidup digua-gua, berubah menjadi rumah sederhana, dengan ilmu dan teknologi manusia dapat membangun rumah-rumah modern pencakar langit, artinya manusia memiliki rasa ingin tahu yang berubah menjadi daya piker yang dapat berkembang sepanjang jaman sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya yang tidak pernah puas maka manusia terus berupaya mencari dan menemukan sesuatu yang dapat memudahkan dan menyenangkan dalam hidupnya.

C. PERKEMBANGAN POLA FIKIR MANUSIA

Seperti dijelaskan dimuka bahwa rasa ingin tahu manusia terus berkembang memalui pengamatan dan pengalaman indrawi sehingga mampu menemukan apa yang diinginkannya, tetapi karena memang manusia adalah mahluk yang tidak mudah puas dengan apa yang telah mereka ketahui bahkan sering menemukan jawaban-jawaban yang tidak dapat memecahkan masalah dan tidak memuaskan dirinya, pada masa kuno sering mereka mencoba mencari-cari jawaban dengan me-reka- reka bahasa untuk memuaskan dirinya terhadap fenomena alam yang dilihat, dirasakan, didengar maupun dicium oleh mereka. Misalnya apa pelangi itu ? Sebenarnya mereka tidak mampu menjawab atas pertanyaan itu, tetapi untuk kepuasan maka mereka mencoba mencari-carai jawaban yang sekiranya dapat memuaskan baik bagi dirinya maupun orang lain, sehingga mereka menjawab bahwa pelangi itu adalah selendang bidadari yang sedang mandi, dari jawaban tersebut muncul pengetahuan baru yakni bidadari. Selanjutnya tetang pertanyaan mengapa gunung meletus ? sekali lagi mereka tidak mampu menjawab tapi dengan alasan kepuasan mereka menjawab gunung itu meletus karena yang punya gunung sedang marah, dari jawaban itu munculah pengetrahuan baru yang punya gunung, sehingga mereka memperluas pengetahuannya dengan anggapan segala sesuatu itu ada yang punya, mereka percaya kalau laut itu ada yang punya, angin ada yang punya, pohon besar ada yang punya dan lain-lain. Oleh karenanya untuk menghilangkan rasa kecemasan dari yang punya gunung, laut, pohon besar dan lainnya tidak marah maka mereka melakukan upacara ritual baik dengan cara membaca mantera-mantera, gerakan-gerakan tarian, penyajian sesajen dan lain-lain. Pengetahuan-pengetahuan itu merupakan penggabungan dari pengalaman-pengalaman indrawi dan kepercayaan dan disebut dengan mitos. Cerita-cerita mitos itu disebut legenda. Mengapa mitos dapat diterima pada saat itu sebagai suatu kebenaran hal ini karena dilatarbelakangi oleh keterbatasan indrawi keterbatasan penalaran dan hasrat ingin tahunya yang segera ingin dipenuhi.

Beberapa keterbatasan alat indra manusia sebagai penyebab munculnya mitos adalah :

  1. Alat Penglihatan

Banyak benda yang bergerak sangat cepat sehingga tak tampak jelas oleh mata, mata tak dapat membedakan benda-benda. Demikian juga jika benda berada pada tempat yang jauh mata kita tak dapat melihat dengan jelas.

  1. Alat Pendengaran

Pendengaran manusia terbatas pada getaran yang mempunyai frekwensi dari 30 sampai 30.000 per detik. Getaran di bawah tiga puluh atau diatas tiga puluh ribu per dertik tak terdengar.

  1. Alat Pencium dan Pengecap

Manusia hanya dapat membedakan 4 jenis rasa, yakni manis, masam, asin, dan pahit. Bau parfum dan bau-bauan yang laindapat dikenal oleh hidung kita bila konsentrasinya di udara lebih dari sepersepuluh juta bagian.

  1. Alat Perasa

Alat perasa pada kulit manusia dapat membedakan panas atau dingin, namun sangat relatif atau tergantung pada kondisi sehingga tidak dapat digunakan sebagai alat observasi yang tepat.

Mengapa mitos dapat diterima kebenarannya pada masa itu disebabkan beberapa factor di bawah ini ;

  1. Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan keterbatasan pengindraan baik langsung mmaupun dengan alat.
  2. Keterbatasan penalaran manusia pada saat itu.
  3. Hasrat ingin tahunya terpenuhi

Sementara berdasarkan sejarah perkembangan jiwa manusia baik secara individu maupun kelompok, menurtut Auguste Comte (1798 – 1857 M )

menjelaskan akan berlangsung dalam tiga tahap, Yaitu ;

  1. Tahap teologi/fiktif
  2. Tahap filsafat/metafisik/abstrak
  3. Tahap positif atau ilmiah ril

Pada tahap teologi atau fiktif, manusia berusaha untuk mencari dan menemukan sebab pertama dn tujuan akhir dari segala sesuatu, dan selalu diohubungkan dengan kekuatan gaib. Gejala alam yang menarik perhatiannya selalu diletakan dalammkaitannya dengan sumber yang mutlak. Mempunyai anggapan bahwa setiap gejala dan peristiwa dikuasai dan diatur oleh para dewa atau kekuatan gaib lainnya.

Tahap metafisika atau abstrak, merupakan tahapan manusia masih tetap mencari sebab utama dan tujuan akhir, tetapi manusioa tidak lagi menyandarkan diri pada kepercayaan akan adanya kekuatan gaib, melainkan kepada akalnya sendiri, akal yang telah mampu melakukan abstraksi guna menemukan hakikat sesuatu.

Tahap positif atau riil merupakan tahap dimana manusia telah mampu berpikir secara positif atau riil atas dasar pengetahuan yang telah dicapainya yang dikembangkan secara positif melalui pengamatan, percobaan, dan perbandingan.

Puncak perkembangan pemikiran mitos adalah pada zaman Babilonia yaitu kira-kira 700 – 500 SM pada zaman ini mereka sudah mampu menelaah bentuk bumi sehingga mereka berpendapat bahwa bumi ini berbentuk setengah bola, bumi sebagai hamparan dan langit beserta bintang-bintang sebagai atap, bahkan yang lebih menakjubkan mereka sudah mengenal bidang edar matahari sehingga mereka tahu bahwa dalam setiap 365,25 hari matahari beredar kembali pada titik semula dan ini yang disebut waktu tahun.

Pengamatan terhadap angkasa raya memiliki daya tarik tersendiri pada masa itu, sehingga pengetahuan dalam bidang ini cukup pesat, maka munculah pengetahuan rasi-rasi perbintangan yang sekarang kita kenal yakni; rasi scorpio, rasi virgo, rasi pisces, rasi leo dan sebagainya rasi-rasi ini erat kaitannya dengan peramalan nasib manusia dan dikenalah dengan astrologi. Karena pengetahuan ini hanya bersifat peramalan, imajiner, dugaan dan kepercayaan maka pengetahuan ini disebut Pseudo science (sain palsu) yakni pengetahuan mitos yang dikaitkan dengan fenomena alam yang sebenarnya (mirip sebenarnya tetapi bukan sebenarnya).

Sain palsu tersebut sangat berpengaruh pada para pemikir filosuf yunani seperti Thales ( 624-549) ia berpendapat bahwa bumi ini adalah sebuah piring yang terapung di atas air, ia pula yang pertama kali menggagas asal mula benda dan menurutnya semua kehidupan berawal dari air, hal ini merupakan awal pemikiran yang sangat besar karena mampu mengalihkan pemikiran mitos yang menganggap semua yang ada dibumi ini adalah ciptaan dewa, pengaruh pemikiran Thales ini telah menggiring pemikiran bangsa yunani untuk meninggalkan berfikir mitos secara perlahan-lahan. Generasi filosuf Yunani yang telah berhasil menyumbangkan buah pikiurannya diantaranya adalah :

  1. Anaximander, Seorang pemikir kontemporer pada masa Thales. Dia berpendapat bahwa langit yang kita lihat sebenarnya hanya separuh saja. Langit dan segala isinya itu beredar mengelilingi bumi, Ia berhasil membuat jam matahari yang menggunakan tongkat yang tegak lurus dipermukaan bumi, bayangan tongkat dijadikan petunjuk waktu (jam tongkat) pada tahun 70-an sering kita temukan jenis ini di masjid untuk pedoman waktu shalat.
  2. Anaximenes, (560-520) Ia berpendapat unsure dasar pembentuk benda adalah air, hal ini sependapat dengan Thales. Yang dikembaqngkan bahwa air merupakan wujud benda yang dapat berubah merenggang menjadi api, dan memadat menjadi tanah konsep ini menjadi awal kansep transmutasi benda.
  3. Herakleitos ( 560-470 ), Ia menyangkal konsep anaximenes, menurutnya apilah yang menjadi dasar transmutasi benda, karena tanpa api benda akan tetap seperti adanya.
  4. Phytagoras (500 SM), Ia berpendapat bahwa sebenarnya yang menjadi unsure dasar pembentuk benda adalah terdiri empat unsure dasar yaitu tanah, api, udara dan air. Phytagoras sangat terkenal sebagai ahli matematika dan penemu Dalil Phytagoras
  5. Demokritos (460-370), Pendapatnya adalah bahwa suatu benda dibelah secara terus menerus akan menghasilkan bagian terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi. Bagian terkecil itu disebutnya Atomos atau atom, istilah atom ini sampai saat ini masih dipergunakan sekalipun konsepnya tidak seperti lagi Demokritus.
  6. Empedokles (480-430 SM), Ia tergolong pendukung Phytagoras tentang empat unsure dasar pembentuk benda ; tanah,air ,api dan udara. Dia mengembangkan konsep tersebut dengan mengenalkan tentang tenaga penyekat atau daya tarik-menarik dan daya tolak-menolak, kedua gaya tersebut dapat memisahkan atau menyatukan unsure dasar pembentuk benda tersebut.
  7. Plato (427-345 SM), Ia memiliki cara berpikir yang berbeda dengan filosuf sebelumnya, sebagai seorang sastrawan, ia tidak berpikir yang bersifat materialistic sebagaimana para filosuf sebelumnya. Menurutnya bahwa keanekaraman yang terlihat sekarang ini hanyalah sesuatu duplikat saja dari semua yang kekal dan immaterial. Gajah yang bertubuh besar yang kita lihat hanyalah cofy atau duplikat belaka yang tidak sempurna, maka yang benar adalah idea gajah. Selanjutnya konsep ini dikenal dengan konsep alam idea plato.
  8. Ariestoteles ( 384-322 SM), Ia seorang pemikir besar pada jamannya dan dikenal sebagai perangkum intisari konsep-konsep filosuf sebelumnya dan memperbaiki konsep-konsep yang dianggap tidak benar menurut pemikirannya yang selalu rasional dan Ia menjelaskan tentang Zat tunggal yang disebut
    Hule
    sebagai pembentuk dasar benda yang keberadaannya tergantung pada kondisi, sehingga ia dapat berubah menjadi tanah, air, udara dan api yang mengalami transmutasi akibat kondisi dingin, lembab,panas dan kering. Dalam kondisi lembab dan panas hule akan berwujud api, sedang dalam kondisi kering dan dingin hule akan berwujud tanah, Ia pun berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada ruang yang hampa menurutnya jika ada ruang yang hampa maka dengan sendirinya akan terisi
    ether
    yang bersifat immaterial. Ajaran yang penting dari Aristoteles adalah bahwa untuk mencari kebenaran harus didasarkan logika sehingga ia dikenal sebagai
    rasionalisme.
    Konsep pentingnya adalah orang yang pertamakali melakukan pengklasifikasian hewan dan mengemukakan konsep abiogenenis (generatio spontanea).
  9. Ptolemeus (127-151 SM), Ia seorang filosuf besar setelah Aristoteles kopnsepnya adalah ; Bumi itu bulat daim seimbang tanpa tiang penyangga dan bumi sebagai pusat tatasurya ( mata hari dan benda lainnya berputar mengelilingi bumi ) dikenal dengan teori Geosentris.
  10. Ibnu Shina (abad 11) dikenal sebagai ahli kedokteran
  11. Ibnu Choldun ahli sosiologi
  12. Al jebra ahli matematika
  13. Al Razi, seorang rasionalisme murni yang tidak percaya pada wahyu dan nabi karena menurutnya dengan akal sudah cukup untuk dapat membedakan baik dan buruk, yang berguna dengan yang tidak berguna dengan akal pula kita dapat mengenal Tuhan sehingga menurutnya tidak perlu ada wahyu dan nabi. Ia dikenal sebagai ahli kimia (penemu air raksa) dan pengobatan/kedokteran diakhir hayatnya matanya buta karena terlalu banyak baca dan pengaruh dari reaksi kimia.
  14. Ibnu Rusdy ahli filsafat muslim yang menerjemahkan buku-buku yunani kedalam bahasa Arab sehingga Arab menjadi pusat ilmu internasional yang kemudian alih bahasa kedalam bahasa latin dan berkembang ke dunia barat sehingga terkenal dengan pusat perpustakaan masjid Al Hamra Cordoba (spanyol).
  15. Abu Musa Jabir Bin Hayyan, dikenal sebagai Bapak Kimia
  16. Omar Khayyam, dikenal sebagai seorang ahli matematika dan astronomi.

Kesimpulan :

Pola pikir manusia terus mengalami perkembangan yang diawali oleh rasa ingin tahu ( Kuriositas ) terhadap berbagai gejala alam yang terus memperlihatkan aktivitasnya dan terkadang membuat manusia menjadi cemas seperti bencana alam gunung meletus, kebakaran, kekeringan , kebanjiran dan lain-lain. Hal ini merangsang manusia untuk terus mencari jawaban dan tejadilah berpikir mitos yang mengandalkan keyakinan untuk suatu kepuasaan. Sejalan dengan perkembaqngannya berpikir mitos mulai dihubungkan dengan fenomena alam yang sebenarnya untuk mendapatkan ramalan nasib manusia maka dikenal
psedeu Science
atau juga dikenal
Astrologi

. Pada masa Yunani berpikuir mitos mulai ditinggalkan sehingga munculah pemikir-pemikir rasional( filsafat) yang kebenarannya hanya atas dasar rasio sehingga muncullah konsep-konsep alam yang sebagiannya saat ini masih dapat digunaklan dan diakui kebenarannya. Dunia Islam tidak kalah ketinggalan ketika filsafat Yunani mulai padam, Islam bersinar di Persia melahirkan para filosuf muslim yang nama besarnya mendunia karena karya-karyanya yang ilmiah yang sampai dengan saat ini masih dijadikan reference (rujukan) bagi perkembangan sains.

BAB II

KELAHIRAN ILMU ALAMIAH

Sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya bahwa pengetahuan didapat dengan berbagai pendekatan seperti halnya pengetahuan berupa mitos atau legenda menggunakan pendekatan kepercayaan yakni kebenarannya hanya atas dasar percaya maka pendekatan pengetahuan semacam ini bersifat irrasional, begitu pula pengetahuan yang sifatnya falsafi pendekatan kebenarannya hanya mengandalkan nalar=akal = rasio belaka maka dikenalah pendekatan pengetahuan rasional sehingga muncullah persepsi paham kebenaran irrasionalime dan rasionalisme.

Ilmu alamiah sebagai hasil perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil pengamatan dan pengalaman telah mendorong manusia untuk melahirkan pendekatan kebenaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio belaka, dorongan tersebut setidaknya terdiri dari dua sisi ; yakni dorongan pertama adalah dorongan untuk memuaskan diri sendiri yang sifatnya non praktis atau teritis guna memenuhi kuriositas dan memahami tentang hakikat alam semesta dan segala isinya, yang selanjutnya melahirkan
pure science
( Ilmu pengetahuan murni ). Sementara dorongan yang ke-dua adalah dorongan yang sifatnya praktis, dimana ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk meningkatkan tarap hidup yang lebih tinggi, dan selanjutnya disebut dengan
Applied science
( Ilmu pengetahuan terapan/teknologi).

Kapan ilmu pengetahuan (sains) lahir ? secara waktu mungkin sulit untuk ditetapkan tetapi yang jelas sesuatu dinyatakan pengetahuan sains adalah apabila pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach yakni kebenaran yang secara rasional dapat dimengerti dan difahami serta dibuktikan secara fakta dan menggunakan peralatan ilmiah. Pendekatan senacam itu sebenarnya sudah dilakukan pada masa filosuf muslim di Persia dengan bukti munculnya ilmu-ilmu terapan seperti ilmu perbintangan, ilmu kimia dan ilmu kedokteran, tetapi kebenaran ini tidak deklarasikan oleh ilmuwan barat, mereka mengklaim bahwa kelahiran ilmu pengetahuan sains (ilmiah) adalah setelah ditemukannya teropong bintang (sekalipun sejak masa filsafat muslim teleskop sudah ada ) yang mampu membuktikan kebenaran teori Heliosentris Copernicus. Memang sejak penemuan teleskop telah banyak membantu para ilmuan untuk dapat membuktikan secara empiric terhadap konsep-konsepnya.

Berikut ini dijelaskan beberapa ilmuan yang telah menancapkan tonggak sejaran perkembangan ilmiah ;

Nikolas Copernicus (1473 – 1543 M) Ia seorang astronom, matematika dan pengobatan, Tulisannya yang terkenal dan merombak pandangan Yunani yang berjudul De Revolutionibus Orbium Caelestium ( Peredaran alam semesta) buku ini ditulis pada tahun 1507 M tetapi tidak segera dideklarasikan karena konsepnya bertentangan dengan konsep lama yang sudah mendapat justifikasi dari penguasa. Pokok-pokok ajarannya sebagai berikut ;

  • Matahari adalah pusat dari system solar, dimana system itu bumi adalah salah satu planet diantara planet-planet lain yang beredar mengelilingi matahari.
  • Bulan beredar mengelilingi bumi dan bersama bumi mengelilingi matahari.
  • Bumi berputar pada porosnya dari barat ke timur yang mengakibatkan adanya siang dan malam dan pandangan gerakan bintang-bintang.

Pengikut Copernicus adalah Bruno (1548 – 1600 M) memperoleh kesimpulan lebih jauh lagi, yaitu ;

  • Jagat raya ini tidak ada batasnya
  • Bintang-bintang tersebar di seluruh jagat raya

Karena keberaniaannya mendeklarasikan pendapatnya yang bertentangan dengan keyakinan penguasa pada itu maka Bruno dianggap sebagai orang yang kemasukan setan (kesurupan) dan dihukum dengan cara dibakar hidup-hidup hingga mati.

Ahli astronomi lainnya dalah Johannes Kepler (1571 – 1630 M ) Pokok-pokok pikirannya adalah :

  • Planet-planet beredar mengelilingi matahari pada suatu garis edar yang berbentuk elips dengan suatu focus.
  • Bila ditarik garis imajinasi dari planet ke matahari dan sementara itu ia bergerak menurut garis edarnya, maka luas bidang yang ditempuh pada jangka waktu yang sama adalah sama.
  • Pangkat dua dari waktu yang dibutuhkan sebuah planet mengelilingi matahari secara penuh adalah sebanding dengan pangkat tiga dari jarak rata-rata planet itu terhadap matahari.

Konsep-konsep diatas dibenarkan oleh Galileo Galilei (1564 -1642 M) dengan menggunakan teleskopnya yang terbesar mampu melihat tatasurya dan mengumumkan hasil penemuannya bahwa teori Geosentri dianggap salah dan yang benar adalah teori Heliosentris sebagaimana dikemukakan oleh Copernicus dan Kepler sekalipun bertentangan dengan pendapat penguasa yang mempertahan teori geosentris dan menganggap suci bumi dan menjadi pusat tatasurya sebagai tempat singgasana para raja.

A. KRITERIA ILMIAH

Suatu pengetahuan dinyatakan ilmiah apabila dapat memenuhi criteria sebagai berikut ;

  • Sistematis
  • Berobjek
  • Bermetoda
  • Universal

Kebenaran pengetahuan ilmiah harus bersifat sistematis yakni bertautan dan meiliki hubungan kebanaran yang saling mendukung dengan pengetahuan lainnya (tidak berdiri sendiri ) dan memiliki langkah yang tersusun dalam menemukannya, disamping itu kajian ilmu harus memiliki objek yang jelas karena pada hakekatnya pengetahuan ilmiah itu adalah bertujuan dalam justifikasi objek melalui metoda ilmiah (scientific methode) yang operasional terarah dan terukur dan mengandung fakta kongkrit sehingga menghasilkan kebenaran yang bersifat universal yakni berlaku secara menyuluruh.

Perlu dikemukakan pula bahwa disamping adanya kriteria ilmiah yang mampu menghasilkan kebnenaran ilmiah, juga adapula criteria kebenaran yang sifatnya non ilmiah, yakni ;

  • Perasaan
  • Intuitif
  • Trial and error

Perasaan merupakan salah satu cara untuk menarik kesimpulan yang tidak berdasarkan nalar tentu saja hal ini akan bersifat subjektif karena perasaan setiap orang satu dengan lainnya memiliki sensitifitas yang berbeda.

Sedangkan instuisi merupakan kegiatan berpikir yang tidak analistis, tidak berdasarkan pola berpikir tertentu, pendapat yang berdasar intuisi timbul dari pengetahuan-pengetahuannya yang terdahulu melalui proses berpikir yang tidak disadari. Seolah-olah pendapat itu muncul begitu saja tanpa dipikir terlebih dahulu. Setiap orang memiliki kepekaan dan ketajaman intuitif yang tingkatnya berbeda-beda, mungkin orang yang terlatih intuisinya akan memeiliki kepekaan yang tinggi dan memungkinkan intuisinya dapat mendekati kebenaran atau sebaliknya bagi orang yang memiliki kepekaan dan ketajaman intuisi yang rendah.

Sementara kebenaran dengan criteria trial and error sekalipun tingkat kebenaran lebih maju dibanding prasangka dan intuitif, tetapi pendekatan ini dipandang tidak efesien karena cara untuk memperoleh pengetahuan melalui coba-coba atau untung-untungan dan lebih cenderung error daripada berhasil.

B. METODA ILMIAH DAN OPERASIONALNYA

Kebenaran ilmu alamiah akan terlihat dari metoda yang digunakan, jika sesuatu pengetahuan didapat melalui metoda ilmiah maka pengetahuan itu dinyatakan ilmiah dan sebaliknya jika tidak melalui metoda ilmiah maka pengetahuan itu dinyatakan tidak ilmiah, lebih lanjut di bawah ini dijelaskan prosedur dan langkah-langkah methoda ilmiah.

a. Pengindraan

Pengindraan merupakan langkah awal yang penting dalam mengenali objek masalah, tetapi akurasi pengindraan tidak dapat dijadikan ajeg kebenaran karena pengaruh kondisi dan sifat pengindraan yang terbatas dalam mengenali objek, oleh karena itu perlu adanya pengulangan secara berkali-kali dan memerlukan waktu yang relatif lama, biasanya orang yang terlatih memiliki pengindraan yang tajam, seorang ahli musik memiliki pengindraan pendengaran yang sensitive sehingga peka terhadap kebenaran musik. Begitu pula ahli peneliti perlu terlatih dalam mengindra objek supaya tidak keliru, maka untuk itu agar pengindraan dapat ajeg, objektif perlu dibantu dengan alat indra buatan yang ditera akurasinya seperti termometer sebagai alat untuk mengukur suhu.

b. Masalah

Langkah selanjutnya setelah proses pengindraan terhadap suatu objek yang telah direnungkan terlebih dahulu adalah menentukan masalah hasil pengindraan, untuk mengetahui sesuatu itu menjadi masalah apabila objek itu mengandung pertanyaan, seperti pertanyaan apa ? bagaimana ? dan mengapa ? suatu objek itu begini atau begitu, tentu saja pertanyaan para ilmuwan akan berbeda dengan orang umum artinya pertanyaan itu harus terukur dan teruji sehingga akurasi jawabannya dapat dipertanggungjawabkan. Perlu ditegaskan bahwa pertanyaan yang dimaksud adalah mengandung objek yang jelas atau dapat diindra, bukan pertanyaan mengapa alam ini ada ? karena pertanyaan seperti ini bukan kajian ilmu alamiah.

c. Hipotesa

Hipotesa atau dugaan sementara merupakan jawaban sementara dari pertanyaan masalah, untuk mengetahui apakah hipotesa itu benar perlu diuji dan eksperimen yang akurat dan didukung oleh data fakta yang kuat, bila ternyata fakta berbicara lain maka perlu disusun hipotesis baru. Biasanya ilmu membuat hipotesa terdiri dari dua klausal positif dan negatif yakni dua jawaban yang satu dengan lainnya saling bertolak belakang., diantara kedua hipotesa itu diharapkan salah satunya dapat didukung oleh data dan fakta hasil eksperimen maupun survai.

d. Eksperimen

Eksperimen merupakan pengujian terhadap hipotesa yang dilakukan untuk mendapatkan pengumpulan data atau fakta melalui kegiatan observasi langsung atau percobaan/eksperimental. Selanjutnya fakta-fakta itu dikumpulkan dan dianalisa apakah mendukung hipotesa yang diajukan atau tidak.

e. Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan atas penilaian melalui analisis terhadap fakta-fakta, untuk melihat apakah hipotesa itu yang diajukan itu diterima atau sebaliknya ditolak. Hipotesa yang diterima merupakan pengetahuan yang telah diuji kebenarannya dan sebagai bagian dari ilmu pengetahuan.

Dengan demikian ilmu pengetahuan itu disusun secara sistematis dengan menggunakan metoda tertentu dan diuji kebenarannya secara empiris dan berlaku secara universal.

C. SIKAP ILMIAH

Salah satu asfek tujuan mempelajari Ilmu alamiah dasatr ini adalah bagaimana menanamkan sikap ilmiah bagi mahasiswa, berikut ini di jelaskan beberapa sikap ilmiah yang harus dimilki oleh seorang ilmuan ;

1. Jujur

Sebagai ilmuan wajib melaporkan hasil pengamatannya secara objektif. Dan menyusun penelitian hingga pelaporan harus disampaikan sejujur-jujurnya sehingga terbuka bagi peneliti lain bila dilakukan pengulangan.

2. Terbuka

Seorang iolmuan mempunyai pandangan luas , terbuka bebas dari praduga, ia tidak memperoleh buah pikirannya dari dugaan, ia akan terus mendapatkan kebenaran dengan prosedur ilmiah dan membuka diri bagi pihak lain untuk menguji dan mengkritik kebenarannya atau selalu menghargai kebenaran orang lain.

3. Toleran

Seorang ilmuwan tidak merasa bahwa dirinya paling benar, bahkan ia bersedia mengakui bahwa oprang lain mungkin lebih benar. Dalam menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain, ia memiliki tenggang rasa atau sikap toleran yang tinggi, jauih dari sikap angkuh.

4. Skeptis

Skeptis adalah sikap kehati-hatian dan kritis dalam memperoleh informasi, tidak sinis tetapi meragukan kebenaran informasi sebelum teruji yang didukung oleh data fakta yang kuat sehingga dalam membuat pernyataan, keputusan atau kesimpulan tidak keliru.

5. Optimis

Optimis adalah berpengharapan baik dalam menghadapai segala sesuatu, tidak putus asa, dan ia selalu berkata ” Beri saya kesempatan untuk berpikir dan mencoba mengerjakannya” . Seorang yang memiliki kecerdasan optimis akan memiliki rasa humor yang tinggi. John Von Neuman memberi nama hasil karyanya dengan sebutan MANIAC ( sehingga membuat peserta seminar tertawa) padahal maniac itu istilah dari singkatan Mathematical Analyzer, Numerical Integrator and Computer.

6. Pemberani

Seorang ilmuan harus memiliki sikap pemberani dalam menghadapi ketidakbenaran, kepura-puraan, penipuan, kemunafikan, dan kebathilan yang akan menghambat kemajuan. Sikap keberanian ini banyak dicontohkan oleh para ilmuan seperti Copernicus, Galilleo, Socrates, Bruno yang telah banyak dikenal orang. Copernicus dan Galilleo diasingkan oleh penguasa karena dengan berani menentang konsep Bumi sebagai pusat tata surya, matahari dan benda lainnya berputar mengelilingi bumi (geosentris). Dan ia mendeklarasikan justru mataharilah yang menjadi pusat tata surya bumi dan planet lainnya berputar mengitari matahari (Heliosentris), Socrates memilih mati minum racun daripada harus mengakui sesuatu yang salah. Bruno tidak takut dihukum mati dengan cara dibakar demi mempertahankan kebenaran.

Kisah keberanian ilmuan yang cukup menarik dan menjadi tauladan adalah kisah Prof. Peabody, memberikan kuliah terahir tentang “Perawatan Orang Sakit” Kuliah ini sangat jelas, penuh rasa kasih sayang dan belas kasih, saat memberikan kuliah saat itu berumur 46 tahun, segar dan bugar, fasih dalam menyampaikan materi kuliahnya. Tetapi dibalik ketenangannya itu Peabody mengidap penyakit kanker ganas yang telah diderita, ditekuni , diteliti dan dipahami secara seksama secara medis mengenai setiap gejala kanker yang dideritanya. Sehari sebelum meninggal dunia ia menulis sendiri laporan penyakitnya dengan harapan dapat dijadikan bahan penelitian pengobatan lebih lanjut. Kisah yang sama juga dilakukan oleh Marry Cury seorang fisikawan, kimiawan yang berhasil menemukan zat radio aktif, bertahun-tahun ia menekuni dan meneliti zat radioaktif dengan harapan dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia, dengan perlahan radiasi unsure tersebut merambah kedalam tubuh Marry Cury dan ia tahu sehingga mengindap penyakit kanker, dalam setiap kuliahnya menjelaskan tentang radioaktif tidak pernah menunjukan ketakutan dan bahaya radiasinya dan itu terus dirahasiahkan hingga ia menjelaskan sendiri pada saat-saat ajalnya tiba.

7. Kreatif

Ilmuwan dalam mengembangkan ilmunya harus kreatif, Louis Al-Vares (ilmuwan fisika Berkeley) Ia seorang pemain golf. Dengan kreativitasnya ia membuat alat analisator stroboskop untuk meningkatkan cara bermain golf. Kemudian alat itu dihadiahkan kepada presiden Esenhower yang juga pemain golf, dan sejak itu ia memegang paten untuk pembuatan alat tersebut. Saat ini untuk menghargai kreativitas ilmuwan dalam meningkatkan kesejahteraan manusia diberikan penghargaan NOBEL seperti yang pernah diterima oleh keluarga Cury untuk fisika dan kima.

D. FILSAFAT ILMU ALAMIAH

Filosofis ilmu alamiah sebagai dasar pengembangan ilmu mengacu pada nilai yang berkembang sejalan dengan pola pikir manusia dalam bentuk budaya dan norma yang dianut dan menjadi pandangan hidup, untuk itu dibawah ini diuraikan beberapa dasar filsafat ilmu alamiah ;

1. Vitalisme

Ilmu alamiah awalnya tidak dapat terlepas dari pengaruh kepercayaan atau mitos, filsafat vitalisme merupakan doktrin yang menyatakan adanya kekuatan di luar alam. Kekuatan itu memiliki peranan yang esensial mengatur segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini. Kekuatan itu dikenal dengan istilah élan vital, Tuhan, yang maha kuasa dll.

2. Mekanisme

Mekanisme merupakan pandangan yang menyatakan bahwa sebagai penyebab yang mengatur semua gerakan di alam semesta ini adalah sejumlah hukum alam ( nature of law ), dengan demikian menurut paham ini semua gejala alam semesta terjadi dengan sendirinya sesuai dengan hukum alam sehingga pandaqngan ini akan menyamakan antara gejala mahluk hidup dengan mahluk tak hidup sehingga tidak perbedaan yang hakiki diantaranya. Dengan demikian akan menggiring pandangan manusia pada paham materialisme yang kemudian menjadi ateisme.

3. Agnotisme

Agnotisme merupakan paham yang tidak mempedulikan ada tidaknya kekuatan di luar alam (sang pencipta, Tuhan, yang maha kuasa, élan vital ). Penganut paham ini hanya mempelajari gejala alam semata, paham ini akan menggiring manusia bersikap sekuler sebagaimana banyak dianut ilmuwan barat.

Indonesia yang menjunjung tinggi falsafah Pancasila yang secara seimbang akan dapat menjembatani antara paham vitalisme dengan mekanisme yang justru peduli pada sang pencipta tidak seperti halnya agnotisme, sehingga pengetahuan alamiah secara seimbang dilandasi dengan pengetahuan keyakinan, Sehingga ilmuwan Indonesia selalu dalam kondisi Teisme.

E. KEUNGGULAN ILMU ALAMIAH

Sebagaimana telah dijelaskan dimuka bahwa ilmu alamiah memiliki criteria tersendiri berupa sitematis, objektif, metodik dan universal, dimana hal ini secara tidak langsung akan menumbuhkan sikap ilmiah yang sangat bermanfaat bagi manusia, dibawah ini dijelaskan beberapa keunggulan yang bermanfaat bagi manusia ;

a. Mencintai kebenaran yang obyektif dan bersikap adil, sehingga akan membawa pada hidup yang tenang dan bahagia.

b. Jika ada penemuan baru yang lebih benar, maka ilmu yang lama tidak berlaku lagi, sehingga disadari bahwa ilmu pengetahuan itu tidak mutlak atau bersifat relatif. Sedang yang mutlak datangnya dari Allah SWT.

c. Dengan ilmu pengetahuan orang tidak lagi percaya pada takhayul atau mitos, karena semua yang ada di alam ini terjadi melalui proses hukum alam atas izin Allah SWT.

d. Ilmu pengetahuan akan membimbing kita untuk tidak berpikir melalui prasangka, tetapi berpikir secara objektif, terbuka dan sistematis, suka menerima pendapat orang lain dalam setiap keputusannya.

F. KETERBATASAN METODA ILMIAH

Metoda ilmiah merupakan cara efektif dalam mendapatkan kesimpulan karena pengetahuan dianalisa berdasarkan prosedur baku dengan ketelitian yang dapat diandalkan baik secara rasional maupun empirik. Tetapi harus diakui kebenaran ilmu pengetahuan hasil dari metoda ilmiah bersifat tentative, artinya hanya bersifat semntara saja sebelum ada konsep baru yang lebih benar. Kebenaran dalam sains tidak pernah mutlak dan tidak pernah lengkap serta tuntas. Sebagai manusia para ilmuwan sadar dan berendah hati karena mereka yakin sangat sedikit apa yang telah mereka ketahui. Pada suatu hari Dr. Walter Stewart, seorang ekonom berdiri dimuka pintu auditorium di Princeton University mengamati sekelompok mahasiswa fakultas sains dan matematika yang keluar dari sebuah seminar, mereka itu riuh, aktif, cerdas, dan cekatan. Dalam suatu kesempatan ia menghentikan salah seorang mahasiswa yang keluar dari auditorium secara tergesa-gesa dan bertanya, Bagaimana seminarnya ? Mereka menjawab hebat, segala sesuatu yang kami ketahui minggu lalu tentang sains tidak benar lagi saat ini . Disamping itu Ilmu alamiah memiliki keterbatasan objek yaitu tidak dapat menyentuh wilayah diluar alam (tentang yang ghaib), tidak bisa dijadikan pembenaran dalam seni estetis ( indah tidak indah), etika (baik dan buruk) dan lain-lain.

BAB III

ALAM SEMESTA DAN TATA SURYA

Berdasarkan hasil pengamatan para astronom dengan menggunakan teropong binokular atau teleskop yang mutakhir bahwa di alam semesta ini terdapat bintang-bintang beredar mengikuti suatu pusat berupa kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintang yang sangat dekat satru dengan lain (Cluster) dan juga dikelilingi oleh gumpalan-gumpalan kabut gas pijar yang lebih kecil dari pusatnya (nebula) dan tebaran ribuan bintang. Keseluruhan itu termasuk matahari selanjutnya disebut Galaksi, menurut para ahli ternyata galaksi itu jumlahnya banyak, dan galaksi dimana bumi kita berinduk diberi nama galaksi Milky way atau Bhima Sakti, dan galaksi tetangga bhima sakti yang berhasil dapat dilihat oleh para astronom adalah galaksi andromeda.

Galaksi merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya tidak kurang 100 Milyar termasuk diantaranya matahari. Matahari merupakan pusat tata surya kita ini. Kumpulan bintang-bintang di dalam galaksi bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau cakram dengan garis tengah sepanjang 100 tahun cahaya dan tebalnya 10 tahun cahaya. Posisi matahari sebagai pusat tata surya berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Perhitungan jarak sebagaimana dijelaskan di atas, dapat digambarkan sebagai berikut ; Dalam 1 detik cahaya dapat menempuh jarak sejauh 300.000 km sedang jarak bumi ke matahari = 8 . 1/3 menit cahaya atau 500 detik cahaya. Berarti jarak bumi dengan matahari = 500 x 300.000 = 150 juta km.

A. ASAL USUL TERBENTUKNYA ALAM SEMESTA

1. Teori Ledakan dahsyat (Big Bang)

Seorang ahli perbintangan bangsa Belgia bernama Geprges Lamaitre pada tahun 1930 telah mengemukakan teori ledakan dahsyat. Menurut pendapatnya bahwa alam semesta atau galaksi-galaksi berasal dari suatu massa yang meledak dengan dahsyat yang bagian-bagiannya terlempar kesegala arah.

Teori ini nampaknya sesuai dengan yang difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Anbiya ayat 30, yaitu ;

” Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman ? ” (Q S Al-Anbiya : 30 ).

Ayat di atas menjelaskan bahwa alam semesta tang terdiri dari ribuan galaksi yang didalamnya terdapat tata surya, nebula, cluster dan benda langit lainnya berasal dari suatu massa yang bersatu padu yang kemudian atas kehendak Allah SWT di pisahkan.

2. Teori Ekspansi dan Konstraksi

Para ilmuwan menduga bahwa sebelum terbentuknya alam semesta telah terjadi suatu siklus antara masa ekspansi dan masa konstraksi.

Energi dari reaksi inti hydrogen dapat membangkitkan ekspansi alam sehingga terbentuklah galaksi-galaksi dan bintang-bintangnya dan unsure-unsur lainnya. Pada masa konstraksi galaksi dan bintang-bintang itu menciut dan meredup sambil memancarkan energi kalor yang sangat tinggi.

3. Teori Creatio Continua

Teori ini dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold. Mereka bertpendapat bahwa saat diciptakan alam semesta ini tidak ada. Alam semesta ini selamanya ada dan akan tetap ada, dengan kata lain alam semesta tidak pernah bermula dan tidak pernah berakhir ( mengingatkan kita pada Al-Razi yang menyatakan materi itu kekal). Pada setiap saat ada partikel-partikel tersebut kemudian mengembun menjadi kabut-kabut spiral dengan bintang-bintang dan jasad-jasad alam semesta. Karena partikel yang dilahirkan lebih besar dari pada yang lenyap, maka jumlah materi makin bertambah dan mengakibatkan pemuaian alam semesta. Pengembangan ini akan mencapai titik batas kritik pada 10 milyar tahun lagi. Tetapi dalam waktu 10 milyar ini akan dihasilkan kabut-kabut baru. Menurut teori ini 90 % materi alam semesta adalah oksigen. Dari hydrogen ini akan membentuk helium dan zat lainnya.

B. TERBENTUKNYA GALAKSI

Sains modern berpendapat bahwa cosmos telah terjadi dari pada kumpulan gas yakni hydrogen dan sedikit helium yang berputar secara pelan pada zaman yang sangat kuno. Kumpulan gas tersebut kemudian terbagi menjadi potongan -potongan banyak dari dimensi dan kelompok yang sangat besar. Ahli astrofisika memperkirakan bahwa dimensi tersebut 1 milyar samapi dengan 100 milyar kali besarnya matahari dan besarnya matahari adalah 300.000 kali besarnya bumi. Angka-angka itu memberikan gambaran kepada kita tentang kelompok gas mula-mula yang kemudian melahirkan galaksi.

Menurut Fowler (1957) sekitar 12.500 juta tahun lalu galaksi bhima sakti masih berbentuk kabut gas hydrogen yang sangat panas. Kemudian ia berotasi sehingga bentruknya menjadi bulat dan bertambah berat. Akibatnya ia mengadakan konstraksi dan bagian masa luarnya yang memiliki berat jenis yang besar banyak yang tertinggal dan kemudian membentuk bintang-bintang yang secara lambat laun melakukan konstraksi sambil memancarkan energi potensialnya berupa kalor sehingga lambat laun suhunya menjadi turun. Setelah ribuan tahun bintang-bintang itu ada yang bentuknya hampir tetap seperti matahari kita.

C. TATA SURYA

1. Teori Nebular (kabut)

Teori terjadinya tata surya mula-mula dikemukakan oleh Immanuel Kant (1755) seorang ahli filsafat bangsa Jerman dan Pierre Simon Lapace (1796) seoramg ahli fisika bangsa Perancis. Keduanya berpendapat bahwa tata surya berasal dari kabut, sehingga disebut teori Kabut Kant-Laplace, dalam alqur’an menjelaskan bahwa penciptaan langit itu berasal dari asap (kabut), Qur’an surat Fussilat ayat 11.

Artinya ; Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab Kami dating dengan suka hati.

Kant dan Laplace sekalipun memilikim kesamaan dalam menjelaskan asal tata surya tetapi mereka berbeda dalam menjelaskan proses pembentukan tata surya, sebagaimana dijelaskan di bawah ini :

Immanuel Kant :

Ia berpendapat bahwa tata surya itu berasal dari gumpalan kabut gas panas yang berputar pada porosnya. Kemudian kabuit itu menjadi padat dan atas dasar prinsip tarik menarik dan tolak menolak dari bagian-bagian kabut yang memadat itu dipusatnya membentuk inti menjadi matahari sedangkan bagian-bagian lainnya bersatu lalu memisahkan diri dari yang lainnya dan menjadilah planet-planet. Dengan demikian planet-planet itu terbentuk bersamaan dengan matahari.

Laplace :

Ia berpendapat bahwa tata surya berasal dari nebula/kabut gas pijar bercampur dengan debu yang berputar p[ada porosnya. Akibat percepatan rotasinya, kabut makin mengecil dan bentuknya menjadi seperti cakram (pipih). Karena percepatannya makin besar, keadaan kabut menjadi tidak stabil dan terlepas membentuk cincin gas, lalu memadat. Pemadatan itu berlangsung terus menerus , kemudian membuat ketidakstabilan baru sehingga membentuk cincin gas yang baru dan memadat lagi dan seterusnya. Cincin itu membentuk planet, sedangkan yang masih panas menjadi matahari.

2. Teoti Tidal atau Pasang Surut

Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffres pada tahun 1919. Menurut teori ini ratusan juta tahun lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian matahari tertarik dan lepas. Dari bagian matahari yang lepas inilah kemudian terbentuk planet-planet.

3. Teori Bintang Kembar

Menurut teori ini, kemungkinan dahulu matahari merupakan sepasang bintang kembar. Oleh sesuatu sebab salah satu bintang meledak, dan oleh gaya tarik gravitasi bintang yang satunya (matahari sekarang), pecahan tersebut tetap berada di sekitar dan beredar mengelilinginya.

4. Teori G.P. Kuiper

Pada tahun 1950 G.P Kuiper mengajukan teori berdasarkan keadaan yang ditemui di luar tata surya dan menyuarakan penyempurnaan atas teori-teori yang telah dikemukakan yang mengandaikan matahari serta semua planet-planet berasal dari gas purba yang ada di ruang angkasa. Pada saat ini terdapat banyak kabut gas dan diantara kabut terlihat dalam proses melahirkan bintang.

Kabut gas yang tampak tipis-tipis di ruang angkasa itu, karena gaya tarik gravitasi antar molekul dalam kabut itu lambat laun memampatkan diri menjadi massa yang semakin lama semakin padat. Pemadatan ini dimungkinkan oleh sifat gas semacam itu selalu terjadi gerakan. Selanjutnya gerakan itu semakin lama menjadi gerakan berputar yang memipihkan dan memadatkan gas kabut itu. Satu atau dua gumpalan materi memadat di tengah. Sedang gumpalan yang kecil akan melesat dilingkungan sekitarnya. Gumpalan yang memadat ditengah menjadi matahari sebagai pusat, sedang gumpalan-guympalan yang kecil menjadi bakal planet. Matahari yang dipusat begitu padat mulai menyala dengan api nuklir, yang selanjutnya api itu mendorong gas yang masih membungkus planet menjadi sirna. Sehingga planet sekarang terlihat telanjang tinggal terasnya. Tapi bakal planet yang jauh darti matahari kurang terpengaruh sehingga tampak menjadi planet yang besar dengan diliputi kabut.

Konsep Alam Ganda;

Para ahli astrofisika modern berpendapat bahwa sangat boleh jadi ada planet-planet yang menyerupai bumi. Mereka mengira ada kemungkinan terdapatnya planet seperti bumi di luar system matahari karena alas an-alasan seperti berikut ;

Orang memperkirakan bahwa dalam galaksi kita, seperdua dari 100 milyar bintang, masing-masing mempunuyai system planet seperti system matahari.

P. Guerin, seorang ahli astrofisika, menulis “system planeter sudah terang, tersebar banyak dalam cosmos, system matahari dan bumi tidak satu-satunya yang ada, kemudian ia lanjutkan ; Kehidupan, sebagaimana planet-planet yang memberinya tempat juga tersebar diseluruh cosmos, dimana saja terdapat kondisi fisikokimia yang diperlukan untuk terbentuknya kehidupan tersebut dan perkembangan selanjutnya.” Penjelasan Guerin jika kita kaitkan dengan banyak nya ditemukan ayat al-qur’an yang menyebutkan tentang kegandaan langit dengan symbol angka 7 lapis langit. Disisi lain wujudnya bumu-bumi yang mirip dengan bumi kita dari beberapa asfek, adalah suatu hal yang dapat kita fahami, tetapi para ahli sampai saat ini belum ada yang dapat membuktikan keadaannya seperti apa. Para spesialis menganggap bahwa adanya bumi semacam itu sangat mungkin.

D. SUSUNAN TATA SURYA

Sebagaimana telah dijelaskan bahwa matahari adalah salah satu dari 100 milyar bintang di dalam galaksi. Matahari sebagai pusat tata surya berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat bhima sakti.

Pada Zaman Yunani kuno, seoreang filosuf bernama Clausius Ptolemeus mengemukakan pendapatnya bahwa bumi adalah pusat tata surya. Menurut pandangannya matahari, bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya, dikenal dengan teori Geosentris. Pandangan ini dianut selama 14 abad dimana saat itu berdasarkan hasil pengamatan kasar oleh filosuf yunani sudah mampu mengenal 5 buah planet, yaitu; Merkurius, venus, mars, yupiter dan saturnus. Merkurius dan venus disebut planet dalam, karena berada diantara bumi dan matahari sedang mars, yupiter dan saturnus disebut planet luar karena berada diluar garis edar matahari.

Pada abad ke 16 seorang ilmuan Polandia bernama Nicolas Copernicus berhasil mengubah pandangan yang telah berabad-abad lamanya, menurut Kopernicus bumi adalah planet, sepertihalnya planet-planet lain beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya, disebut dengan teori Heliosentris. Pandangan ini didasarkan oleh adanya hasil pengamatan yang teliti serta dengan perhitungan yang sistematis yang didukung oleh teropong bintang yang telah berhasil ditemukan. Dengan teropong tersebut penuan planet menjadi bertambah banyak, seperti planet Uranus, neptunus dan Pluto (1930) dan hingga saat ini telah ditemukan 10 buah planet termasuk bumi, asteroida dan planetoida.

Menurut pandamngan heliosentris, Merkurius dan venus yang berada diantara matahari dan bumi disebut planet dalam, sementara mars, astroida,yupiter, saturnus, uranus, neptunus dan Pluto berada di luar garis edar bumi dan disebut planet luar. Planet-plaanet yang beredar mengelilingi matahari melalui lintasan (orbit) yang bentuknya elips. Peredaran planet mengelilingi matahari disebut gerak revolusi, disamping itu planet-planet beredar mengelilingi sumbunya yang disebut gerak rotasi, adanya gerak rotasi pada bumi menyebabkan adanya waktu siang dan malam di bumi. Kala revolusi bumi adalah 1 tahun atau 365,25 hari sedangkan kala rotasi adalah 1 hari atau 24 jam.

E. BAGIAN – BAGIAN TATA SURYA

1. Matahari

Matahari merupakan anggota tata surya yang paling besar, disamping sebagai pusat peredaran juga matahari merupakan sumber energi dilingkungan tata surya, matahari terdiri dari bagian inti yang dilapisi oleh tiga lapisan kulit yaitu kulit fotosfer, chromosfer dan corona, panas matahari sebagai sumber kalor memiliki suhu jutaan derajat celcius yang dipancarkan berupa cahaya dengan tekanan udara ratusan juta atmosfer.

Menurut J.R. Meyer Panas bumi berasal dari batu meteor yang jatuh dengan kecepatan tinggi pada permukaan matahari. Sedang menurut teori konstaksi Helmholz panas itu karena menyusutnya bola gas matahari, Dr. Bothe menyatakan panas itu berasal dari reaksi nuklir yang disebut reaksi hydrogen helium sintetis.

2. Planet Merkurius

Merkurius merupakan planet terdekat dengan matahari, hampir 93 % panas matahari terserap oleh bagian merkurius yang menghadap matahari sehingga suhunya sangat panas, sedangkan bagian yang tidak menghadap matahari dingin sekali ( sehingga tidak ada air dan udara ), planet ini tidak memiliki satelit (bulan) dan diperkirakan tidak ada kehidupan.

3. Planet Venus

Planet ini terselubung dengan awan putih yang sangat tebal sehingga dapat memantul cahaya matahari ke bumi, oleh karenanya dapat dilihat dari bumi dengan cahaya yang terang (sering disebut bintang timur karena selalu terbit mendahului matahari di sebelah timur dan disebut pula bintang kejora yang suka bersinar pada sore hari), Venas menyerap cahaya matahari sekitar 20 % tidak memiliki satelit, kalrevolusinya 225 hari dan kala rotasi 247 hari.

4. Planet Bumi

Planet bumi terletak pada urutan ke tiga dari matahari, ukurannya hampir sama dengan venus, jarak bumi terhadap matahari sekitar 150 juta km, kala rotasi bumi 24 jam dan kala revolusinya 365,25 hari, bumi dilapisi atmosfer dengan suhu dan penerimaan cahaya matahari yang ideal sehingga dapat tersedia air dan gas ( subtansi kehidupan).

a. Gerak Rotasi Bumi

Gerak berputar pada porosnya disebut dengan gerak rotasi, arah rotasi bumi sama dengan arah revolusinya, yakni dari barat ke timur. Inilah sebabnya mengapa matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, satu kali rotasi menempuh 360 derajat selama 24 jam ( 1 hari ). Sebagai akibat rotasi bumi munculah gejala berikut :

1) Gerak semu harian dari matahari, yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang dan benda-benda langit lainnya terbit di timur dan terbenam di barat.

2) Pergantian siang dan malam, dimana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari (siang), dan separuh lainnya mengalami kegelapan (malam).

b. Gerak Revolusi Bumi

Sebagaimana pembuktian Kopernicus oleh ilmuan Galilleo Gallilei, Tycho Brahe dan Keppler tentang heliosentris dimana bumi berevolusi mengelilingi matahari dalam satu revolusi = 1tahun = 365,25 hari. Selama berevolusi posisi bumi miring terhadap bidang ekliptika, sehingga revolusi bumi berakibat ;

1) Pergantian empat musim di daerah sebelah utara garis balik utara (23,5 LU)

2) Perubahan lamanya siang dan malam

3) Terlihatnya rasi bintang dari bulan ke bulan

5. Planet Mars

Mars adalah planet luar yang paling dekat dengan bumi sehingga planet sering terlihat pada setiap jam 19.00 di atas kepala kita, berwarna putih karena sering diliputi salju tipis, ada beberapa laporan hasil pemotretan satelit bahwa planet ini mengandung oksigen sekalipun dalam jumlah kecil, bahkan terlihat gambar yang bergaris-garis seperti saluran kanal, diduga ada tumbuhan lumut yang sangat sederhana tetapi penelitian sampai saat ini masih menganggap di mars tidak ada mahluk hidup, walau demikian ilmuwan masih gencar melalukan penelitian. Mars memiliki kala revolusi 1,9 tahun dan rotasinya 24 jam 37 menit, jarak terhadap matahari 226,48 juta km dengan garis tengah 6272 km.

6. Planet Yupiter

Yupiter merupakan planet terebesar, berdasarkan analisis spektroskopis planet ini mengandung banyak gas metana dan amoniak, serta mengandung gas hydrogen dan memiliki 14 satelit. Diameterrnya 138.560 km dengan rotasi 10 jam tampak sebagai bintang yang terang tengah malam, karena masanya sangat besar = 300 kalimasa bumi sehingga gravitasinyapun 2,6 kali gravitasi bumi.

7. Planet Saturnus

Planet ini memiliki masa jenis yang sangat lebih kecil dari air sehingga akan terapung di atas air. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak, saturnus merupakan planetterbesar kedua sehingga memiliki 10 satelit dan satelit terbesarnya bernama Titan dan planet lain bernama phoebe yang arah geraknya berlawanan dengan 9 planet lainnya dan phoebe dianggap bukan anak kandung saturnus.

8. Planet Uranus

Berbeda dengan planet lain rotasinya dari timur ke barat, jarak ke matahari 2860 juta km dengan revolusi 84 tahun sementara rotasinya 10 jam 47 detik. Planet ini diketemukan oleh Herschel bersama keluarga secara tidak sengaja saat melihat saturnus. Besar Uranus kurang dari setengah saturnus, bergaris tengah 50.560 km dan memiliki 14 buah satelit.

9. Planet Neptunus

Neptunus memiliki dua satelit , satu dioantaranya bernama Triton yang beredar berlawanan arah dengan gerak rotasi neptunus, jarak ke matahari 4470 juta km dengan kala revolusi 165 tahun dan planet ini ditemukan tahun 1846 saat astronom menyelidiki Uranus yang orbitnya menyimpang dan diduga karena ada pengaruh dari gravitasi planet lain.

10. Planet Pluto

Pluto merupakan planet terjauh dari matahari diketahui sejak tahun 1930, planet ini disebut juga planet transneptunus karena diduga planet ini merupakan bagian satelit neptunus yang terlepas. Pluto tidak tertembus cahaya matahari sehingga sepanjang jaman selalu gelap oleh karenanya diberi nama Pluto (dewa kegelapan bangsa yunani) dan tidak memiliki satelit.

Manajemen Kurikulum

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:44 am

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Manajemen dan sejak permasalahannya sebenarnya sudah lama dikenal orang. Seusia peradaban manusia itu sendiri. Dari vapirus mesir, .catatan tiongkok kuno, tulisan yunani dan romawi purba dapat diketahui bagaimana pentingnya mengelola pemerintah.

Dan perkembangan selanjutnya ketika pada abad pertengahan mulai dikenal Asuransi Kredit dan pemasaran kemudian setelah timbulnya revolusi industrri banyak perubahan dalam berbagai bidang.

Maka manajemen pun melingkupi cakrawala yang lebi luas terurtama dalam bidang usaha (bussines) pada awal abad 20 ini, tepatnya pada tahun 1911 muncul Krederick W Taylor dengan karyanya yang berjudul “The principles of scientific management”

Karyanya itu didasarkan pada pengalamannya yang dimulai dari masinis ampai menjadi kepala teknik pada Midvale Steel Company di Phildelpia (AS)

B. PERUMUSAN MASALAH

1. Pengetian manajeman kurikulum

2. Prinsip-prinsip pengembangan KTSP

3. Acuan operasional KTSP

4. Komponen KTSP

5. Pengembangan silabus

6. Contoh model silabus

7. penyusunan silabus berkelanjutan

BAB II

MANAJEMEN KURIKULUM

A. Pengertian Manajemen Kurikulum

Manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapain tujuan pemebelajaran dengan dititik beratkan pada usaha, meiningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.

Kurikulum sendiri dapat dipahami dalam arti sempit sekali, sempit dan luas :

1. Kurikulum dalam arti sempit sekali adalah jadwal pelajaran

2. Kurikulum dalam arti sempit adalah semua pelajaran baik teori maupun praktik yang diberikan kepada murid-murid selam mengikuti suatu proses pendidikan tertentu kurikulum dalam arti ini terbatas pada pemberian bekal pengetahuan dan keterampilan pada murid.

3. Kurikulum dalam arti luas adalah semua pengalaman yang diberikan kepada anak didik selama mengikuti pendidikan

4. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu

5. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan dimasing-masing satuan pendidikan

6. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan kelompok mata pelajaran, yang mencakup standar kompotensi dasar materi pokok pembelajaran. Silabus merupakan penjabarab standar kompotensi dan dasar kedalam materi pokok/pembelajaran, dan indikator pencapaian kompotensi untuk penilaian.

Dengan membedakan pengertian-pengertian kurikulum seperti ini akan berakibat pula ruang lingkup manajemennya. Jika didikuti pengertian kurikulum dalam arti yang sangat sempit sekali, maka manajemen kurikulum hanya menyangkut usaha dalam rangka melancarkan pelaksanaan jadwal pelajaran.

Tetapi jika dianut pengertian kurikulum dalam arti luas maka manajemen kurikulum bukan hanya dibatasi dalam ruang kelas, tetapi menyangkut pula didalam kegiatanpengelolaan diluar kelas, bahkan diluar sekolah.

B. Prinsip-prinsip dan Pengembangan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

Pengembangan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri ats standar isi, kompotesi lulusan, tenaga pendidik, saran dan prasarana, pengelolaan pembiayaan penilaian pendidikan.

Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu :

1. Standar isi (SI)

2. standar kompotesi lulusan (SKL)

merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam pengembangan kurikulum.

KTSP dikembangkan sesuai dengan relavarsinya oleh setiap kelompok/satuan pendidikan dibawah koordinasi dari supervisi dinas pendidikan/kantor Departemen Agama. Kabupaten/kota untuk pendidikan dasar diprovinsi untuk pendidikan menengah.

Pengembangan KTSP mengacu pada SI dan SKI dan berpedoman pada panduan penyusuran kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memperhatikan penimbangan komite sekolah/madrasah.

Penyusunan KTSP untuk pendidikan khusus oleh dinas pensisikan provinsi dan berpedoman pada SI dan SKI serta panduan dan penyususunan kurikulum yang disusun oleh BSNP.

KTSP berkembang berdasarkan prisisp-prisip sebagai berikut :

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

2. Beragam dan terpadu

3. Tanggap terhadap perkembangan Iptek dan seni

4. Relevan dengan kebutuhankehidupan

5. menyeluruh dan bekesinambungan

6. Belajar sepanjang hayat

7. Seimbang antara kepentingan Nasional dan kepentingan daerah.

C. Acuan Profesional penyusunan KTSP

KTSP disusun dengan memperhatikan hal0hal sebagai berikut :

1. Peningkatan iman dan taqwa serta akhlak manusia

2. peningkatan potesi kecerdasan dan minat sesuai dengan tingkat pengembangan dan kemampuan peserta didik.

3. keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan

4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional

5. Tuntutan dunia kerja

6. Perkembangan IPTEK dan seni

7. Agama

8. Dinamika pendidikan global

9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan

10. Kondisi sosial masyarakt setempat

11. Kesetaraan Jender

12. Karakteristik suatu pendidikan

D. Komponen kurukulum Tingkat Satuan pendidikan

1. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan

Dirumuskan mengacu kepada tujuan umum pendidikan, sebagai berikut :

a. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

b. Tujuan pendidikan menegah adalah meningkatkan kecerdasan

c. Tujuan pendidikan menengah kejuruan juga sama dengan tujuan pendidikan dasar.

2. Struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan

Struktur dan urutan KTSP pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang teruang dalam SI meliputi 5 pokok mata pelajaran sebagai berikut :

a) Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia

b) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

c) Kelompok mata pelajaran Iptek dan estetika

d) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

e) Kelompok mata pelajaran

Kelompok mata pelajaran tersebut dilaksankan melalui muatan dari /kegiatan pembelajaran sebagaiman diuraikan dalam PP 19/2005 pasal 7.

Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan bebn belajar bagi peserta didik pada (SP). Diasamping itu materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri termasuk kedalam isi kurikulum.

a. Mata pelajaran

b. Muatan lokal

c. Kegiatan pengembangan diri

d. Pengaturan beban belajar

e. Ketuntaan belajar

f. Kenaikan kelas dan kelulusan

g. Penjurusan

h. Pendidikan kecakapan hidup

i. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

3. Kalender pendidikan

Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menusun pendidikan kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengan memperhatikan kalender pendidikan sebagaimana yang dimuat dalam standat isi.

E. Pengembangan Silabus

1. Pengertian silabus

Silabus adalah perencanaan pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajran indikator penilaian, alokasi waktu dan sumber/alat/bahan belajar.

Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompotensi untuk penilaian.

2. Prinsip pengembangan silabus

a. Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

b. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisk, intelektual, sosial, emosional dan spiritual peserta didik.

c. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten ( Ajeg, taat asas) antara kompotensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar dan sistem penilaian.

d. Sistematis

Komponen-komponen silabus yang saling berhubungan secara fungsional dan mencapai kompotensi.

e. Memadai

Cakupan indikator, materi pokok, sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompotensi dasar.

f. Aktual dan kontekstual

Sistem penilaian memperhatikan perkembangan Iptek dan seni.

g. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik serta dinamika perubahan yang terjadi disekolah dan tuntutan masyarakat.

h. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompotensi (kogniktif, afektif psikomotor)

3. Unit waktu silabus

a. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh aloksi waktu yang disediakan untuk (mp) selam penyelenggaraan pandidikan ditingkat (SP).

b. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan persemester/tahun dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekolompok.

c. Implementasi pemblajaran persemester menggunakan penanggakan silabus sesuai dengan standar kompotensi dan kompotenis dasar untuk (mp) dengan alokasi waktu yang tersedia pada srukutur kurikulu. Khusus untuk SMK/MAK menggunakan penaggalan silabus berdasarkan satuan kopotensi.

4. Pengembangan silabus

Dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri/berkelompok dalam sebuah sekolah/beberapa sekolah, kelompok musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) pada pusat kegiatan guru (PKG) dan dinas pendidikan.

a. Disusun senidri oleh guru secara mandiri apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa, kondisi sekolah dan lingkungannya.

b. Apabila guru (mp) belm dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah tersebut.

c. Di SD/MI semua guru kelas menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait.

d. Sekolah yang tidak mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengan sekolah lain melalui forum MGMP/PGK.

e. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitsi penuyusuna silabus dalam bentuk sebuah tim yang terdiri dari para guruberpengalaman dibidangnya masing-masing.

5. Langkah-langkah Penembangan silabus

a. Mengkaji standar kompotensi dan kopotensi dasar

Sebagaimana tercantum pada standar isi, dengan memperhatikan hal-hal sebagai beikut :

1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu, tingkatan kesulitan materi tidak harus selalu sesuai dengan urutan tang ada di SI

2) Keterkaitan antara standar kompotensi dan kompotesi dasar dalam mata pelajaran

3) Keterkaitan antara standar kompotensi dan kompotesi dasar antar mata pelajaran.

b. Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran

Yang akan menunjang pencapaian kompotensi dasar dengan memperhitungkan, antara lain :

1) Potensi peserta didik

2) Relevansi dan karaktristik daerah

3) Tingkat perkembangan fisik, intelektual emosional, sosial dan spiritual

4) Kebermanfaat bagi peserta didik

5) Struktur keilmuan

6) Aktualitas, kedalaman dan keluasan materi pembelajaran.

7) Relevansi dengan kebutuhan peserta peserta didik dan tuntutan lingkungan

8) Alokasi waktu

c. Mengembangkan kegiatan pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan guru dan lingkungannya.

Hal-hal yang perlu dilakukan dalam mengembangkan kegiatan pembelajran adalah sebagai berikut :

1) Kegiatan pembelajaran disusun untuk membrikan bantuan kepada para pendidik khusunya guru, agar dapat melaksanakan proses bimbingan secara professional

2) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kagiatan yang harus dilakukan oleh peserta didk secara berurutan untuk mencapai kompotensi dasar.

3) Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajran.

4) Rumusan penyataan dalam kegiatan pembelajran minimal mengandug dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

d. Merumuskan indikator pencapaian kompotensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompotensi dasar yang ditandai perbuatan perilaku yang dapat diukru yang mencakup sikap, pengeahuan dan keterampilan.

e. Penentuan jenis penilaian

Penilaian pecapaian kompotensi dasar peserta didik dilkukan berdasarkan indikator.

Hal-hal yang perlu dilkukan dalm penilaian :

1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompotensi

2) Penilaian menggunakan acauan kriteria yaitu berdasarkan apa yang bisa dilkukan peserta didik sekolah mengikuti proses pembelajaran dan bukan untuk menentukan kompotensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

f. Menentukan alokasi waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompotensi dasar, didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran perminggu dengan mempertimbangkan jumlah kompotensi dasar.

g. Menetukan sumber belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek, bahan digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang berupa media cetak dan elektronik narasumber serta lingkungan fisik alam, sosial dan budaya.

F. Contoh Model Silabus

Dalam menyusun silabus dapat memilih salah satu format

SILABUS

Nama Sekolah : SMA Nusantara Kuala Kapuas

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam

Standar Kompotensi : Aqidah

8. Meningkatkan keimanan kepada malaikat

Kompotensi Dasar : 8.1 Menjelaskan tanda-tanda beriman kepada malaikat

Kelas/semester : X/2

Alokasi waktu : 2 x 35 menit

Materi pokok/

pembelajaran

Kegiatan pembelajaran

Indikator

Penilaian

Alokasi waktu

Sumber belajar

Beriman kepada malaikat

Mencari dalil naqli tentang fungsi beriman kepada kalikat kecakpan hidup : kesadarn akan potensi dan eksistensi diri serta kecakapan menggali informasi.

Mendiskusikan tugas dan peranan malaikat bagi kehidupan manusia.

Menjelaskan fungsi beiman kepada malaikat

Mengemukakan dalil naqli dan aqli tentang fungsi iman pada malaiakat.

Uraian singakt

4×35 menit

Buku paket dan buku bacaan lainya yang releevan.

Al-Qur’an dan

hadits

G. Penyusunan Silabus Berkelanjutan

Silabus dijabarkan dalam rencana pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan dievaluasi dan ditindaklanjuti oleh masing-masing guru.

Pelaksanaan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu :

1. Analisis konteks

a) Mengidentifikasi SI dan SKL sebagai acuan dalam penyusunan KTSP

b) Menganalisis kondisi yang ada sisatuan pendidikan yang meliputi peserta didik dan tenaga pendidik.

2. Mekanisme penyusunan

a) Tim penyusun

Tim penyusun KTSP pada SD, SMP, SMA, dan SMK terdiri atas guru, konsuler dan kepala sekolah sebagai ketua merangkap anggota,

b) Kegiatan

Dapat berbentuk rapat kerja, lokakarya sekolah/madrsah tahap kegiatan KTSP secara garis besar meliputi penyiapan dan penyusunan draf, revi, revisi serta finalisasi, pemantapan dan penilaian.

c) Pemberlakuan

Dokumen KTSP SD, SMP, SMA, dan SMK dinyatakan berlaku oleh kepala sekolah setelah mendapat pertimbangan dari komite sekolah dan diketahui oleh dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab pendidikan untuk SD dan SMP dan tingkat provinsi untuk SMA/SMK.

3. Kerangka dasr kurikulum

Kelompok mata pelajaran

Berdasarkan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan dan khusus pada jejang pendidikan dasar dan menegah terdiri atas :

a) Kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak mulia

b) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian

c) Kelompok mata pelajaran Iptek dan estetika

d) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

4. Pembagian tugas guru

Prinsip manajemen yang sering dikehendaki dilaksanakan di Indonesia adalah “bottom of poliey’ bukan “top down poliey” yaitu menampung pendapat bawahan sebelum pimpinan memutuskan suatu kebijaksanaan atau keputusan berdasarkan musyawarah bersama. Maka dalam pembagian tugas guru kepala sekolah tidak boleh “main perintah dan main tunjuk” tetapi dibicarakan dalam hal-hal yang sudah harus diingat antara lain :

a) Bidang keahlian yang dimilki oleh guru.

b) Sistem guru kelas dan sistem guru bidang studi disekolah dasar masih digunakan sistem guru kelas, antara lain :

(1) Sistem mengajak, jika guru mengikuti guru-gurunya naik kelas

(2) Sistem bertukar, jika guru memegang sesuatu tingkat terus menerus

c) Formasi yaitu susunan jatah petugas sesuai dengan banyak dan jenis tugas yang akan dipikul

d) Beban tugas guru menrut ketentuan yaitu 24 jam perminggu

e) Kemungkinan adanya perangkapan tugas mengajar materi pelajaran lain jika masih kekurangan guru

f) Masa kerja dan pengalaman mengajar dalam bidang pelajaran yang ditekuni oleh masing -masing guru.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dari judul makalah ini dapat dismpulkan bahwa manajemen kurikulum adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaran kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Penugasan struktur adalah kegiatan pembayaran yang berupa pendalaman materi pembelajaran oleh oleh peserta didik yang dirancang oleh pendidik, untuk mencapai standar kompotensi, waktu penyelesaian penugasan terstruktur ditemtukan oleh pendidik.

B. SARAN-SARAN

Melalui penulisan makalah ini, pembaca hendaknya mengetahui bagaimana proses belajar mengajar yang baik, membuka wawasan pengetahuan tentang menjemen kurikulum, acauan profesional penyusunan kurikulum, penembangan silabusm, bentuk dan contoh/model silabus.

Selain itu hendaknya penulis dan para pembaca tidak berhenti sampai disini, melainkan terus mencari bahan-bahan yang berhubungan dengan manajemen kurikulum agar mengetahui lebih dalam.

Dihrapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi para mahasiswa dan para pembaca, dijadikan sebagai acuan dasar untuk lebih lanjutnya memahami tentang manajemen kurikulum.

Pergaulan Bebas

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:42 am

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dewasa ini, kejadian pergaulan bebas yang terjadi di kalangan remaja banyak berasal dari eksploitasi seksual pada media yang ada di sekeliling kita. Eksploitasi seksual dalam video klip, majalah, televisi dan film-film ternyata mendorong para remaja untuk melakukan aktivitas seks secara sembarangan di usia muda. Dengan melihat tampilan atau tayangan seks di media, para remaja itu beranggapan bahwa seks adalah sesuatu yang bebas dilakukan oleh siapa saja, dimana saja.

Oleh karena itu, kami memilih tema Pergaulan Bebas Remaja untuk dikaji lebih lanjut sebagai informasi bagi kaum remaja yang sangat berkaitan erat dengan tema di atas.

B. PERMASALAHAN

Adapun masalah yang ditinjau dan dianalisis adalah antar lain:

· Pengertian Pergaulan Bebas

· Akibat dari Pergaulan Bebas

· Penyakit HIV AIDS

· Abostus/ Abosi

C. TUJUAN

Karya ilmiah ini saya buat berdasarkan sumber-sumber yang jelas dan akurat dengan tujuan supaya para remaja dapat mengatasi libidonya sehingga para remaja dapat terhindar dari akibat-akibat negatif dari pergaulannya seperti pergaulan bebas. Dan menghimbau kepada para remaja untuk tidak salah langkah dalam mengambil keputusan oleh karena perubahan seks yang terjadi pada dirinya.

BAB II

TINJAUAN TEORI

Sekarang ini di kalangan remaja pergaulan bebas semakin meningkat terutama di kota-kota besar. Hal ini terjadi karena kurangnya bimbingan dan perhatian dari orang tua.

Menurut Jane Brown, ilmuwan dari Universitas North Carolina yang memimpin proyek penelitian ini, semakin banyak remaja disuguhi dengan eksploitasi seks di media, maka mereka akan semakin berani mencoba seks di usia muda.

Sebelumnya para peneliti ini telah menemukan hubungan antara tayangan seks di televisi dengan perilaku seks para remaja. Dengan mengambil sampel sebanyak 1,017 remaja berusia 12 sampai 14 tahun dari Negara bagian North Carolina, AS yang disuguhi 264 tema seks dari film, televisi, pertunjukan, musik, dan majalah selama 2 tahun berturut-turut, mereka mendapatkan hasil yang sangat mengejutkan.

Secara umum, kelompok remaja yang paling banyak mendapat dorongan seksual dari media cenderung melakukan seks pada usia 14 hingga 16 tahun 2,2 kali lebih tinggi ketimbang remaja lain yang lebih sedikit melihat eksploitasi seks dari media.

Maka tidak mengherankan kalau tingkat kehamilan di luar nikah di Amerika Serikat sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding negara-negara industri maju lainnya, hingga penyakit menular seksual (PMS) kini menjadi ancaman kesehatan publik disana.

Pada saat yang sama, orang tua juga melakukan kesalahan dengan tidak memberikan pendidikan seks yang memadai di rumah, dan membiarkan anak-anak mereka mendapat pemahaman seks yang salah dari media. Akhirnya jangan heran kalau persepsi yang muncul tentang seks di kalangan remaja adalah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan bebas dari resiko (kehamilan atau tertular penyakit kelamin).

Parahnya lagi, menurut hasil penelitian tersebut, para remaja yang terlanjur mendapat informasi seks yang salah dari media cenderung menganggap bahwa teman-teman sebaya mereka juga sudah terbiasa melakukan seks bebas. Mereka akhirnya mengadopsi begitu saja norma-norma sosial “tak nyata” yang sengaja dibuat oleh media.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Pediatrics, serta sebagian dalam Journal of Adolescent Health. Namun sayangnya, hasil penelitian tersebut belum melihat bagaimana dampak informasi seks di internet pada perilaku seks remaja.

Dengan mendapatkan temuan-temuan lain yang lebih konsisten, mungkin kita tak perlu menunggu lama untuk membuktikan bahwa media memiliki peranan penting dalam pembentukan norma seksual di kalangan remaja. (reuters/dni)

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. PENYEBAB DAN DAMPAK PERGAULAN BEBAS

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.

Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.

Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).

Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;

Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.

Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.

Risiko Aborsi

Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.

Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.

Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;

- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.

- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.

- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.

- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).

- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),

- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).

- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).

- Kanker hati (Liver Cancer).

- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).

- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).

- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.

Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.

Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.

B. Nilai Pancasila

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.

Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.

Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.

Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.

Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;

Pertama, Faktor agama dan iman.

Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.

Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.

Keempat, Perubahan Zaman.

C. Nilai Agama

Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” ( QS 17:31 ). Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.

Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.

Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 )

Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)

D. Nilai Yuridis/Hukum

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.

Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.

Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.

Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.

Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut. Sehingga Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.

Selain hilangnya kekebalan daya tubuh, pergaulan bebas juga dapat menyebabkan terjadinya kehamilan di luar nikah, kata Kepala BKKBN Propinsi Bali, I Gede Putu Abadi, MPA di Denpasar, Senin (24/10).

Dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Balai Latihan dan Pengembangan, Ida Bagus Wirama, SH ketika membuka pelatihan managemen pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja bagi relawan dan pengelola, ia menyatakan, kondisi tersebut cukup memprihatinkan.

Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.

Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.

Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.

Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan, ujar Putu Abadi.

Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.

Putu Abadi menambahkan, semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi,”

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://ninahamzah.wordpress.com/akibat-terjadinya-pergaulan-bebas/
  2. http://www.kapanlagi.com/a/0000002988.html
  3. http://www.kapanlagi.com/h/0000088252.html
  4. http://tabloid_info.sumenep.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=744&Itemid=27

  5. http://hati.unit.itb.ac.id/forum/viewtopic.php?f=28&p=18

Disiplin Penting Dalam Proses Pendidikan

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:13 am

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi, digunakan terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan pekerjaan baik secara perorangan maupun kelompok. Disamping itu disiplin bermanfaat mendidik pegawai untuk mematuhi dan menyenangi peraturan, prosedur, maupun kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik.

Kurang pengetahuan tentang peraturan, prosedur, dan kebijakan yang ada merupakan penyebab terbanyak tindakan indisipliner. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut pihak pimpinan sebaiknya memberikan program orientasi kepada tenaga perawat/bidan yang baru pada hari pertama mereka bekerja, karena perawat/bidan tidak dapat diharapkan bekerja dengan baik dan patuh, apabila peraturan/prosedur atau kebijakan yang ada tidak diketahui, tidak jelas, atau tidak dijalankan sebagai mestinya. Selain memberikan orientasi, pimpinan harus menjelaskan secara rinci peraturan peraturan yang sering dilanggar, berikut rasional dan konsekwensinya. Demikian pula peraturan/prosedur atau kebijakan yang mengalami perubahan atau diperbaharui, sebaiknya diinformasikan kepada staf melalui diskusi aktif.

Tindakan disipliner sebaiknya dilakukan, apabila upaya pendidikan yang diberikan telah gagal, karena tidak ada orang yang sempurna. Oleh sebab itu, setiap individu diizinkan untuk melakukan kesalahan dan harus belajar dari kesalahan tersebut. Tindakan indisipliner sebaiknya dilaksanakan dengan cara yang bijaksana sesuai dengan prinsip dan prosedur yang berlaku menurut tingkat pelanggaran dan klasifikasinya.

B. PERMASALAHAN

Adapun permasalahan dalam penegakan disiplin di sekolah antara lain:

o Kemalasan

o Tidak menghargai waktu

o Slalu menunda

o Sering membuang waktu untuk hal yang tidak tepat.

C. TUJUAN

Supaya siswa dapat menyadari betapa sungguh disiplin itu penting dalam perkembangan pribadi serta masa depan yang bersangkutan. Oleh karena itu diharapkan dapat memberikan motivasi lebih baik dan siswa dapat menjalankan segala sesuatunya lebih dewasa.

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Kedisiplinan Belajar Siswa Dalam Proses Pendidikan

Konsep disiplin berkaitan dengan tata tertib, aturan, atau norma dalam kehidupan bersama (yang melibatkan orang banyak). Menurut Moeliono (1993: 208) disiplin artinya adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan tata tertib, aturan, atau norma, dan lain sebagainya. Sedangkan pengertian siswa adalah pelajar atau anak (orang) yang melakukan aktifitas belajar ( Ibid: 849). Dengan demikian disiplin siswa adalah ketaatan (kepatuhan) dari siswa kepada aturan, tata tertib atau norma di sekolah yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar.

Dari pengertian tersebut, kedisiplinan siswa dapat dilihat dari ketaatan (kepatuhan) siswa terhadap aturan (tata tertib) yang berkaitan dengan jam belajar di sekolah, yang meliputi jam masuk sekolah dan keluar sekolah, kepatuhan siswa dalam berpakaian, kepatuhan siswa dalam mengikuti kegiatan sekolah, dan lain sebagainya. Semua aktifitas siswa yang dilihat kepatuhannya adalah berkaitan dengan aktifitas pendidikan di sekolah, yang juga dikaitkan dengan kehidupan di lingkungan luar sekolah.

Salah satu pengertian pendidikan yang sangat umum dikemukakan oleh Driyarkara (1980 dalam Mikarsa, 2004:2) yang menyatakan bahwa pendidikan adalah upaya memanusiakan manusia muda. Pengangkatan manusia muda ke taraf insani harus diwujudkan dalam seluruh proses atau upaya pendidikan.

Dalam Dictionary of Education dikemukakan bahwa pendidikan adalah (1) proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk dan tingkah laku lainnya di dalam masyarakat di mana dia hidup (2) proses sosial dimana sesorang diharapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah), sehingga dia dapat memperoleh atau mengalami perkembangan kemampuan sosial dan kemampuan individu yang optimum.

G. Thomson (1957 dalam Mikarsa, 2004: 1.2) menyatakan bahwa pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan-kebiasaan pemikiran, sikap-sikap, dan tingkah laku. Sedangkan Crow and Crow (1960 dalam Mikarsa, 2004) menyatakan bahwa “harus diyakini bahwa fungsi utama pendidikan adalah bimbingan terhadap individu dalam upaya memenuhi kebutuhan dan keinginan yang sesuai dengan potensi yang dimilikinya, sehingga dia memperoleh kepuasan dalam seluruh aspek kehidupan pribadi dan kehidupan sosialnya.

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat diberikan beberapa ciri atau unsur umum dalam pendidikan yaitu :

1. Pendidikan harus memiliki tujuan, yang pada hakekatnya adalah pengembangan potensi individu yang bermanfaat bagi kehidupan pribadinya maupun warga-negara atau negara lainnya.

2. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan perlu melakukan upaya yang disengaja dan terencana yang meliputi upaya bimbingan, pengajaran, dan pelatihan.

3. Kegiatan tersebut harus diwujudkan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang lazim disebut dengan pendidikan formal, informal, dan non-formal.

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEDISIPLINAN

Kedisiplinan adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukan nilai – nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban.

Kedisiplinan dalam proses pendidikan sangat diperlukan karena bukan hanya untuk menjaga kondisi suasana belajar dan mengajar berjalan dengan lancar, tetapi juga untuk menciptakan pribadi yang kuat bagi setiap siswa.

B. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEDISIPLINAN

Ada beberapa faktor yang memperngaruhi kedisiplinan.

· Diri sendiri

· Keluarga

· Pergaulan di Lingkungan

C. MANFAAT KEDISIPLINAN SISWA

Manfaat kedisiplinan adalah membuat siswa menjadi lebih tertib dan teratur dalam menjalankan kehidupannya, serta siswa juga dapat mengerti bahwa kedisiplinan itu amat sangat penting bagi masa depannya kelak, karena dapat membangun kepribadian siswa yang kokoh dan bisa diharapkan berguna bagi semua pihak.

D. PELAKSANAAN KEDISIPLINAN DALAM LINGKUNGAN SEKOLAH

Dalam pelaksanaan disiplin, harus berdasarkand dari dalam diri siswa. Karena tanpa sikap kesadaran dari diri sendiri, maka apapun usaha yang dilakukan oleh orang di sekitarnya hanya akan sia-sia. Berikut ini adalah pelaksanaan kedisiplinan di lingkungan sekolah.

a) datang ke sekolah tepat waktu;

b) rajin belajar;

c) mentaati peraturan sekolah;

d) mengikuti uapacara dengan tertib;

e) mengumpulkan tugas yang diberikan guru tepat waktu

f) melakukan tugas piket sesuai jadwalnya;

g) memotong rambut jika kelihatan panjang;

h) selalu berdoa sebelum memulai pelajaran dan masih banyak lagi.

BAB IV

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Kesimpulan

Dengan demikian, telah kita simpulkan bahwa disiplin di sekolah itu sangat diperlukan. Karena dalam aplikasinya, kedisiplinan sangat berguna sebagai tolak ukur mampu atau tidaknya seseorang dalam mentaati aturan yang sangat penting bagi stabilitas kegiatan belajar mengajar. Selain itu sikap disiplin sangat diperlukan untuk di masa depan bagi pengembangan watak dan pribadi seseorang, sehingga menjadi tangguh dan dapat diandalkan bagi seluruh pihak.

Oleh karena itu, marilah kita hidup berdisiplin. Agar kelak, kita dapat menjadi panutan setiap orang dan bisa diandalkan. Jika tidak dari sekarang kita membiasakan untuk berdisiplin, kapan lagi kita bisa merubah dunia ini? Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menjadi pedoman untuk menjadi lebih baik bagi para pembaca khususnya para siswa. Terima kasih.

Daftar Pustaka

Srijanto Djarot, Drs., Waspodo Eling, BA, Mulyadi Drs. 1994 Tata Negara Sekolah Menngah Umum. Surakarta; PT. Pabelan.

Tauhid

Filed under: Kumpulan Makalah —— ahmadazhar @ 1:11 am

TAUHID

I. Pengertian:

1. Tauhid secara harfiah artinya “satu”

2. Menurut agama Islam artinya keyakinan tentang keesaan Tuhan

3. Menurut kaidah atau definisi yaitu: ilmu yang membahas segala kepercayaan keagamaan dengan menggunakan dalil-dalil yang meyakinkan. Dengan demikian untuk mengetahui zat Tuhan memerlukan pemikiran dan dalil Qat’i.

Sabda Nabi Muhammad Saw

^p-l-L@q-x-:@N_m-l-N@y_D-;-W^L@q-d@lA-W^h^N@y_V#-lA

Agama itu masalah akal, dan orang yang tak berakal tak mempunyai agama.

II. Nama-nama Ilmu Tauhid

1. Ilmu tauhid artinya percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan tidak ada sekutunya

2. Ilmu Aqa’idul atau Aqa’idul Iman artinya ilmu ikatan kepercayaan

3. Ilmu kalam artinya yang membicarakan kepercayaan yang benar dan dapat ditanamkan ke dalam hati manusia

4. Ilmu ushuluddin artinya ilmu yang membahas pokok-pokok agama

5. Ilmu hakikat ialah ilmu sejati menjelaskan hakikat segala sesuatu untuk dapat meyakini kepercayaan yang benar

6. Ilmu ma’rifat yaitu pengetahuan yang dapat mengetahui benar-benar akan Allah dengan segala sifat-sifatnya sehingga yakin dan benar

DALIL-DALIL DALAM ILMU TAUHID

1. Dalil Aqli atau akal yaitu yang sehat untuk kebenaran sesuatu yang dapat diamati, diteliti, dianalisa dan dicapai oleh akal, sebagai penghargaan Allah terhadap manusia. Jadi akal adalah pemberian Allah yang paling tinggi nilainya setelah iman, dengan akal manusia dapat mengetahui alam.

Contohnya dalil akal

a. 3 x 3 = 9 dapat dibuktikan secara nyata

b. Pisang itu manis, dsb

2. Dalil Naqli yaitu kebenaran yang dikandungnya pasti dan mutlak sepanjang masa, dalil naqli untuk Islam yaitu Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw dan wajib yakin dalam hati tak perlu disebabkan lagi hal-hal yang cukup diimani, sepertio dalam rukun iman yang enam misalnya iman kepada Allah, iman kepada malaikat iman kepada hari akhirat atau kiamat dsb.

Contoh dalil Naqli

a. Surah Al-Ankabut 44

t,n=y{ ª!$# ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur Èd,ysø9$$Î/ 4 žcÎ) ’Îû š�Ï9ºsŒ ZptƒUy šúüÏZÏB÷sßJù=Ïj9

Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak, Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.

b. Surah Al-Haj 64

¼ã&©! $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur †Îû ÇÚö‘F{$# 3 žcÎ)ur ©!$# uqßgs9 Ž_Í_tóø9$# ߉‹ÏJysø9$#

Kepunyaaan Allah-lah segala yang ada di langit dan segala yang apa yang di bumi dan Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

TUJUAN MEMPELAJARI ILMU TAUHID

1. Agar memperoleh kepuasan batin, keselamatan dan hidup di dunia dan akhirat firman Allah. Al-Baqarah 189

4 (#qà)¨?$#ur ©!$# öNà6¯=yès9 šcqßsÎ=øÿè?

Dan bertaqwalah kamu kepada Allah supaya kamu bahagia

2. Agar terhindar dari pengaruh-pengaruh akidah yang menyesatkan yang sebenarnya hanya hasil pikiran atau kebudayaan semata-mata firman Allah:

Manusia adalah umat yang satu.

3. Agar terhindar dari pengaruh paham-paham yang dasarnya hanya teori kebendaan (materi) semata seperti kapitalisme, komunisme, sosialisme, materialisme, kolonialisme dsb.

HUKUM DAN HIKMAH MEMPELAJARI ILMU TAUHID:

A. Hukum mempelajari

Hukum mempelajari ilmu tauhid adalah wajib, sebab dengan mempelajari ilmu tauhid akan mengetahui yang baik dan yang buruk yang baik harus dijadikan pedoman dan itiqad dan yang buruk harus ditinggalkan.

Agar mempelajari dan mematuhi ajaran Islam secara keseluruhan dan mematuhi secara sempurna. Firman Allah Al-Baqarah 208

$yg•ƒr’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qè=äz÷Š$# ’Îû ÉOù=Åb¡9$# Zp©ù!$Ÿ2 Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÅVºuqäÜäz Ç`»sÜø‹¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNà6s9 Ar߉tã ×ûüÎ7•B

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam, janganlah sekali-kali mengikuti langkah-langkah syaitan sebab syaitan itu musuhmu yang nyata.

B. Hikmah Mempelajari Ilmu Tauhid

1. Rela atas pemberian Allah SWT seperti mengenai rezeki dsb

- Dalam Al-Qur’an – artinya : Arra’du 26

“Allah memperluas rezdeki orang yang dia kehendaki dan mempersempitnya”

- Dengan rela atas pemberian Allah maka hati akan tentram, ingat, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.

2. Rasa harga diri dan menghargai orang lain, sebab tauhid memandang manusia sama derajat, berasal dari satu keturunan hanya Allah yang di sembah.

- Dalam Al-Qur’an – Al-Hujarat 13

” sesungguhnya orang yang mulia diantara kamu disisi Allah hanya orang-orang yang taqwa”

3. Rasa kasih sayang terhadap manusia

Orang bertauhid memandang semua manusia adalah saudara, apabila mempelajari tauhid maka akan mendapat tentram tumbuh dalam jiwa

Buah yang lezat yaitu:

a. Kesungguhan orang mukmin tetap dijalan Allah

b. Kegemaran orang mukmin itu menghasilkan kemanfaatan untuk umum

c. Kegemaran orang mukmin membelanjakan hartanya di jalan Allah

PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM HUKUM DALAM ILMU TAUHID

Pembagian ilmu tauhid

1) Tauhid Uluhiyah

Yaitu Allah sendirilah yang berhak di sembah dan berhak dituju oleh semua hambanya serta yang berhak menerima semua peribadatan makhluk tempat meminta, mengadu nasib, yang ditaati segala perintahnya dan dijauhi larangannya.

Firman Allah

ö@è% uqèd ª!$# î‰ymr& ÇÊÈ ª!$# ߉yJ¢Á9$# ÇËÈ

2) Tauhid Rububiyah

Yaitu suatu kepercayaan bahwa yang menciptakan alam semesta beserta isinya hanya Allah SWT, tanpa bantuan orang lain dunia ini tetap ada tetapi tak berada dengan sendirinya hanya Allah yang menciptakan.

Firman Allah

¨bÎ) š�­/u‘ uqèd ß,»¯=sƒø:$# ãLìÎ=yèø9$#

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

3) Tauhid Ubudiyah

Yaitu mengabdikan diri kepada Allah dengan taat dan patuh ketumbuhan antara hamba dengan Tuhannya, maka dengan demikian bahwa beribadah langsung kepada Allah SWT seperti shalat, puasa ibadah sosial lainnya dsb. Firman Allah

(#qà)¨?$#ur ©!$# öNä3ª=yès9 šcqßsÎ=øÿè?

“Dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung sebaliknya Allah tidak perlu kepada ibadah kita, sebab Allah tidak butuh kepada alam semesta, sehingga walaupun kita kufur sama sekali tidak mengurangi keagungan Allah SWT.

Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepadaku.

4. Hukum Syari’at

Yaitu peraturan hidup itulah yang disebut dengan agama Islam jadi peraturan hidup adalah ibadah dan cabang ibadah pokok-pokoknya tersimpul dalam hukum Islam

1) Mengucap syahadat

2) Mengerjakan shalat

3) Puasa

4) Membayar zakat

5) Naik haji

Sedangkan amaliyah berikutnya ialah muamalah yaitu: praktek pergaulan dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti jual beli, sewa menyewa dsb.

Bentuk larangan perbuatan yang merusak akal seperti judi, dan minuman keras. Bahaya-bahayanya antara lain:

1. menimbulkan kebiasaan hidup untung-untungan

2. Terganggunya kesehatan

3. Rumah tangga hancur

4. Menimbulkan permusuhan

5. Lokasi judi dan minuman keras tak aman

6. Jiwa selalu gelisah

7. Rasa malu hilang

5. Hukum Adat

Hukum yaitu : peraturan yang ada sangsinya

Sedangkan adalah ialah perbuatan yang dilakukan berulang-uloang terus-menerus, sehingga melakukannya menjadi mudah tanpa memerlukan pikiran seperti cara berjalan, cara makan dsb. Jadi hukum adalah ialah kebiasaan perseorangan yang dianggap baik dan ditiru oleh umum sehingga menjadi kebiasaan umum, siapa yang menyalahi kebiasaan dianggap tak sopan.

Islam menganggap bahwa adat tidak boleh dijadikan hukum sebab adat tak semuanya baik dan tak u8niversal dan ada menganggap tak adil.

Jadi Islam harus menjalankan hukum syari’at tak boleh menjalankan hukum-hukum adat dan hukum lainnya

Adat atau etiket umpamanya

1. Etika makan

- Sunah basuh tangan sebelum makan dan sesudahnya

- Sunah duduk yang baik dan pantas hingga selesai makan

6. Hukum Akal

Yaitu peraturan-peraturan yang mengukur hubungan manusia dalam muamalah yang bersumber dari akal bukan dari Wahyu jadi hukum akal adalah Ra’yu.

Yaitu : – Membenarkan dan mempercayainya

- Mengingkari dan tidak mempercayainya.

Hukum akal pertama disebut wajib aqli dan kedua disebut mustahil dan ketiga disebut jaiz.

Contoh : a. Wajib aqli : 2 x 2 = 4

b. Mustahil : 2 x 2 = 5

c. Jaiz : Rumah ini rusak tahun ini

TAUHID ADALAH MENGENAL TUHAN

Sifat yang wajib bagi Allah :

1. Wujud artinya ada mustahil tidak ada

2. Qidam artinya sedia mustahil tidak ada

3. Baqa artinya kekal mustahil tidak kekal

4. Mukhalapatuhu lilhawadis artinya bersalahan mustahil bersamaan

5. Qiyamuhu taala binafsih artinya berdiri mustahil tak berdiri dengan sendirinya

6. Wahdaniyat artinya esa mustahil berbilang

7. Qudrat artinya kuasa mustahil lemah

8. Iaradat artinya berkehendak mustahil benci

9. Ilmu artinya tahu mustahil jahil

10. Hayat artinya hidup mustahil mati

11. Sama’ artinya mendengar mustahil bisu

12. Bashar artinya melihat mustahil buta

13. Kalam artinya berkata-kata mustahil bisu

14. Qadirun artinya yang kuasa mustahil lemah

15. Muridun artinya yang berkendak mustahil yang benci

16. Alimun artinya yang tahu mustahil yang jahil

17. Hayyun artinya yang hiduop mustahil yang mati

18. Samiun artinya yang mendengar mustahil yang tuli

19. Bashirun artinya yang melihat mustahil yang buta

20. Mutakallimun artinya berkata-kata mustahil bisu

PEMBAGIAN SIFAT ALLAH YANG DUA PULUH TERBAGI 4 SIFAT

1. Nafsiah yaitu satu sifat : wujud

2. Salabiyah yaitu lima sifat

- Qidam

- Baqa

- Mukhalapatuhu taala lilhawadist

- Qiyamuhu taala binafsih

- Wahdaniyat

3. Ma’ani yaitu 7 sifat

- Qudrat

- Iradat

- Ilmu

- Hayat

- Sama’

- Bashar

- Kalam

4. Ma’nawiyah yaitu 7 sifat

- Qadirun

- Muridun

- Alimun

- Hayyun

- Samiun

- Bashirun

- Mutakallimun

Jadi jumlah sifat Allah 20 sifat dan yang mustahil 20 sifat dan yang harus 1 sehingga menjadi 41 sifat yang dihimpun di dalam mengata kalimat-

^p!llA#-:_A-p\l_A-:

Sifat Allah yang harus yaitu tidak wajib atas Allah memperbuat sekalian mungkin atau meninggalkan dia

Sedangkan kalimat

_p!llA^L@W^s-R%D#-m-e^m

Muhammad Rasul Allah hendaknya mengenal dengan sifat-sifat Rasul sifat Rasul ada 4 sifat

1. Siddiq artinya benar mustahil dusta

2. Amanah artinya kepercayaan mustahil hianat

3. Tabliq artinya menyampaikan mustahil menyembunyikan

4. Fatanah artinya cerdik mustahil bodoh

Sedangkan sifat Rasul yang harus yaitu satu

Yaitu berperangai seperti perangai manusia yang tiada membawa kekurangan dan martabat yang tinggi

Jadi jumlah sifat Rasul wajib 4 mustahil 4 dan harus 1 menjadi 9. sebagai pesuruh Allah AWT yaitu :

_p!llA^L@W^s-R%D#-m-e^m

Dengan demikian jumlah 41 sifat bagi Allah dan Rasul 9 menjadi 50 aqaidul iman yang dihimpun didalam mengata 2 kalimah syahadat

pllALWsRADmemNADwiAWpllA:AplA;NADwiA

Bagi yang kita hendaknya sering menyebut nama Allah dan syahadat serta sering menyebut nama Allah yang 99 disebut Asmaul Husna.

ALIRAN-ALIRAN DALAM ILMU TAUHID

1. Aliran Salaf

Yaitu aliran yang kolot, bukan modern.

Golongan ini berpendapat bahwa dalam mengartikan sifat-sifat Allah yang ada persamannya dengan sifat makhluk. Ia berpaham dan mengartikan hanya menurut zahirnya lafaz tidak boleh memberi ta’wil dan tafsir yang dianggapnya berbahaya, bisa keliru dan sesat.

Contohnya : Allah mendengar dan melihat dengan memakai alat penglihatan dan pendengaran, tapi mata dan telinganya Allah itu lain dengan mata telinga makhluk

2. Aliran Qadariyah

Yaitu mendahulukan akal pikiran dan pada prinsip ajaran Al-Qur’an dan Hadits, mereka tafsirkan berdasarkan logika semata-mata padahal logika tidak bisa menjamin seluruh kebenaran. yaitu perbuatan manusia dijadikan oleh manusia dan akal manusia mampu mengetahui mana yang baik dan mana yang tak baik walaupun Allah tak menurunkan Agama.

3. Aliran Jabariah.

Aliran ini kebalikan dari aliran Qadariah. Yaitu Allah yang telah mentakdirkan diri atas segala perbuatan yang mesti dikerjakannya, dan segala perbuatannya itu ciptaan Allah sama seperti apa yang diciptakan pada benda-benda yang bernyawa.

Jadi Itiqad jabariah yaitu tak ada ikhtiar atau usaha dari manusia, semuanya dari Tuhan, iman cukup dalam hati saja.

4. Aliran Mu’tazilah

Yaitu kaum yang memisahkan diri dari masyarakat menganut itiqad buruk dan baik ditentukan oleh manusia, qur’an dan hadits dibawah akal. tokoh namanya Washil bin Atha dan Al-Huzail.

5. Aliran Karamiah

Aliran ini dikenal dengan nama mazhab Karamiah

a. Bahwa Allah itu mempunyai sifat-sifat

b. Yang diwajibkan kepada tiap-tiap orang mukallaf, hanya mengakui dengan lisan saja apa yang dibawa oleh Rasul itu benar

6. Aliran Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Yaitu Kaum yang menganut I’tiqad, sebagai iti’qad yang dianut oleh Nabi Muhammad dan sahabat-sahabat beliau

Golongan ahlus sunnah wal jamaah adalah golongan yang didukung oleh para ahli-ahli Hadist, ahli fiqih, dan para ahli-mazhab fiqih

Paham tentang seorang muslim ialah orang yang memenuhi 3 syarat.

a. Mengucap 2 kalimah syahadat dengan lisan

b. Ucapan diikuti dengan hati

c. Dibuktikan dengan amal nyata

Golongan Ahli sunnah wal jamaah mempunyai paham sbb :

1. Yang dihukumkan orang Islam ialah yang mencukupi ketiga syarat, yaitu mengucap dengan lisan dibenarkan oleh hati dan dibuktikan amal.

2. Orang Islam berbuat dosa besar, meninggalkan kewajiban-kewajiban sampai mati belum tobat maka dihukumkan oleh mu’min yang melakukan maksiat, hukumnya masuk neraka, tetapi mempunyai harapan masuk surga.

3. Semua perbuatan Allah mengadakan atau meniadakan sesuatu itu kita tidak mengetahui dan yang mengetahui adalah Allah sendiri.

I M A N

Iman ialah kepercayaan dalam hati, meyakini dan membenarkan adanya Tuhan dan membenarkan apa-apa yang dibawa Nabi Muhammad SAW.

IMAN ADA 3 PERKARA

1. Iman Ilahiyah : Iman Kepada Allah

2. Iman Nabawiyah : Iman Kepada Nabi Muhammad SAW

3. Iman Syam’iyah : Iman telah mendengar perkataan Allah dan perkataan Rasul

Jadi iman dianggap sempurna bila betul-betul diyakinkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan. Iman itu bisa bertambah, bisa berkurang, kadang-kadang bisa juga hilang kabur, bila kurang pandai memeliharanya dan memupuknya.

Hal-hal yang menghilangkan Iman:

a. Sujud menyembah berhala

b. Menghina tanda-tanda keagungan Agama

c. Merendahkan syi’ar-syi’ar agama

d. Menghina Al-Qur’ an.

e. Mengucapkan kata-kata kupur

f. Membohongkan kalam Allah dan Hadits Nabi

g. Menghalalkan yang diharamkan

POKOK-POKOK KEPERCAYAAN ( IMAN )

1. Iman Kepada Allah

2. Iman kepada Malaikat

3. Iman kepada Kitab Allah

4. Iman kepada Rasul

5. Iman hari Akhir

6. Iman kepada Takdir Tuhan

1. Iman kepada Allah

Yaitu percaya sebagai pengakuan tak ada yang disembah selain Allah dan mengakui segala sifat-sifat Allah, dan dikatakan ucapan kalimat

pllA:AplA:

2. Iman kepada Malaikat

Malaikat ialah makhluk halus ciptaan Allah yang dijadikan dari Nur mengenai fisik dan rupanya kita manusia tak mengetahuinya hanya Allah yang mengetahui.

Jumlah malaikat banyak sekali tak bisa dihitung, mereka selalu taat kepada Allah, dan Allah memuliakannya.

.Ada10 Malaikat yang wajib diketahui oleh orang muslim yaitu :

1. Jibril tugasnya menyampaikan Wahyu Allah kepada Rasul, tugas terakhir setelah Nabi Wafat

2. Mikail tugasnya mengatur kesejahteraan umat, hujan, angin, rejeki

3. Ijrail tugasnya mencabut nyawa semua jenis-makhluk

4. Munkar masing-masing menanya manusia setelah mati dikubur

5. Nakir masing-masing menanya manusia setelah mati dikubur

6. Raqib dan 7 Atib tugasnya mencatat semua kebaikan dan keburukan amal manusia

8. Israpil tugasnya meniup sangkakala pada hari kiamat

9. Malik tugasnya penjaga neraca

10. Riduan tugasnya penjaga surga.

3. Iman kepada kitab-kitab Allah

Ada 4 kitab yang wajib untuk diketahui

1) Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa.AS

2 Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud A.S

3) Kitab Inji1 diturunkan kepada Nabi Isya. AS

4) Kitab Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw

4. Iman kepada Rasul- Rasu1 Allah

Adapun yang wajib diketahui oleh setiap muslim dari 313 jumlah Rasul hanya 25 Rasul seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an yaitu:

1. Nabi Adam As

2. Nabi Idris As

3. Nabi Nuh As

4. Nabi Hud As

5. Nabi Shaleh As

6. Nabi Ibrahim As

7. Nabi Luth

8. Nabi Ismail As

9. Ishaq As

10. Nabi Ya’kup As

11. Nabi Yusuf As

12. Nabi Ayyub As

13. Nabi Syu’aib

14. Nabi Musa As

15. Nabi Harun As

16. Nabi Zulkifli As

17. Nabi Daud As

18. Nabi Sulaiman As

19. Nabi Ilyas As

20. Nabi Ilyasa As

21. Nabi Yunus As

22. Nabi Zakaria As

23. Nabi Yahya As

24. Nabi Isa As

25. Nabi Muhammad As

Nabi yang disebut Rasul U1il Azmi ialah:

1. Nabi Ibrahim. As

2. Nabi MusaAs

3. Nabi Isya.As

4. Nabi Nuh. As.

5. Iman Kepada Hari Akhir

Yaitu hancurnya dunia hingga masuknya ke surga atau neraka (hari kiamat)

I. Kiamat kecil tanda-tandanya:

1. Ilmu Agama diangkat

2. Kebodohan mewabah dimana-mana

3. Perzinahan merajalela

4. Semua jenis minuman keras dijual bebas

5. Jumlah laki lebih sedikit dari perempuan

6. Banyak terjadi gempa bumi

7. Zaman kian semakin dekat, jarak ditempuh dalam waktu dekat.

8. Menjamurnya pembunuhan

9. Fitnah berhamburan

10. Ulama banyak mati

11. Manusia selalu bergelimang kekayaan

12. Orang banyak ingin mati

13. Matahari terbit dari upuk barat – maksudnya segala yang dari dunia barat.

II. Kiamat Qubra ( besar )

1. Matahari terbit Dari barat

2. Munculnya binatang aneh

3. Ke1uarnya Imam Mahdi

4. Munculnya a1 Masihi Dajja1

5. Turunnya Nabi Isya As.

6. Mengepulnya asap hingga memenuhi jagat raya

7. Rusaknya Ka’bah

8. Seluruh manusia di bumi menjadi kafir

9. Raibnya Al-Qur’an, tak ada orang yang mengingat suara Al-Qur’an (tak ada orang orang hapal )

6. Iman kepada Qada dan Qadar

Qadha artinya kepastian dan Qadar artinya ketentuan, kedua-duanya ditetapkan oleh Allah Swt untuk ke seluruh makhluknya. Sete1ah manusia berumur 100 hari di rahim ibunya ditiupkan roh oleh malaikat diperintahkan menulis 4 macam perkara :

1. Ilmunya perbuatan apa yang bakal dikerjakan

2. Rezekinya

3. Lama hidupnya (umur)

4. Nasibnya.

Empat macam perkara itu ditetapkan dan ini1ah yang dimaksudkan takdir Ilahi atau nasib seseorang.

Seseorang selama hjidupnya beriman dan beramal shaleh akan tetapi akhir hayatnya berubah kafir atau pula seseorang selama hidupnya melakukan kejahatan, sehingga hampir nyaris neraca, tetapi akhir hayatnya menjadi orang-orang baik, bertobat dengan sungguh-sungguh dan Allah menerima tobatnya hingga ia masuk surga, hal semacam itu telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Di dunia ini manusia wajib berikhtiar dan berusaha untuk mencapai segala yang dicita-citakan demi kebahagiaan dunia dan akhirat.

Takdir yang ditulis di lauh mahfudz bisa berubah antara 2 sebab.

1. Sebab do’a

2. Berbuat kebaikan (Panjang Umur)

©2014 Guruku
Provided by WPMU DEV - The WordPress Experts
Hosted by Edublogs.org